Selasa, 07 Agustus 2018

Studi banding ke Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah dan Pesantren Persatuan Islam Garut

PKP Jakarta Islamic School mengadakan studi banding ke Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah dan Pesantren Persatuan Islam Garut pada Rabu - Kamis (25 - 26/7/2018). Dua pesantren ini dikunjungi karena mengelola asrama santri putra dan putri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Hal itu terkait rencana PKP yang akan membuka pendidikan pesantren (boarding school) tahun pelajaran 2019/2019.

Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kunjungan dua pesantren terkenal di Garut itu. Pertama, kurikulum. Dua pesantren tersebut menggunakan kurikulum yang didesain pemerintah dan kurikulum pesantren sekaligus secara bersamaan, tanpa ada pengurangan. Hal ini dimungkinkan karena para santri tinggal di asrama sehingga dapat fleksibel dalam pengaturan jadwal pelajaran dari waktu subuh hingga pukul 21.00 malam.

Kedua, manajemen asrama. Pengelolaan dan pengawasan aktivitas santri berjalan integratif dan komprehensif, dari aktivitas pagi, siang sampai dengan malam. Unsur guru dan karyawan memberikan pendampingan dan pembimbingan dengan sepenuh hati.
 

Ketiga, keikhlasan. Tampak keikhlasan para guru dan karyawan dalam melaksanakan pengelolaan pesantren. Hal ini bukan terjadi dengan sendirinya, melainkan adanya rekayasa sosial yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
 

Keempat, jaminan kehidupan. Hal ini merupakan buah dari rekayasa sosial. Penghidupan guru dan karyawan mendapatkan perhatian penuh. Mereka mendapatkan fasilitas penghidupan dasar mulai dari papan, pangan sampai dengan jaminan kesehatan dan pendidikan bagi putra-putrinya.

Kelima, usaha ekonomi. Usaha ekonomi merupakan unsur penting dari penopang utama dalam pembiayaan operasional dan kegiatan pesantren. Bahkan di Pesantren Darul Arqom tercatat mencapai 75 persen pembiayaan bersumber dari usaha ekonomi ini. Hanya 25 persen pembiayaan yang berasal dari orang tua santri. Usaha pertanian, peternakan, dan jasa merupakan usaha yang dilakukan. Peran donatur perorangan, perusahaan maupun bantuan pemerintah juga memiliki kontribusi yang tidak kecil.

Demikian diantara pelajaran yang dapat dipetik sebagai bahan penyusunan konsep dan pelaksanaan pesantren PKP. Sukses selalu.***


Tongato M Atmowinoto
Sekretaris Umum Yayasan PKP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar