Selasa, 25 Oktober 2016

Kumpulan Foto PKP JIS

 Danau pkp
 Drs. Amidhan -Ketua PKP 2014-2019
 Basket MTs PKP
 Cahaya Matahari danau PKP
 GOR PKP
 Logo PKP
 Marawis PKP
 Masjid Baitushshidqi PKP
 Juara Robot Internasional
 Penyelengara Even Robot Internasional
 Saman PKP
 Gedung Utama PKP
 Taman PKP
 Tari Kolosal PKP by Denny Malik
Welcome PKP

MENJADI GURU MENYENANGKAN

Oleh : Dr. H. Tongato, M.Si. (Sekretaris I Yayasan PKP)

Sekolah merupakan agen perubahan ranah afektif, kognitif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator dan katalisator dalam menahkodai proses pembelajaran. Peran guru disini bagaikan murobi, kata Munif Chatib, penulis buku Sekolah Anak-anak Juara, yakni dalam hal sebagai pemelihara kebaikan, dan merubah yang jelek menjadi baik serta meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi; yang terampil menjadi lebih terampil lagi dan yang pandai, lebih pandai lagi.
Untuk menjadi murobi yang baik, maka jadilah guru yang menyenangkan. Caranya, pertama-tama adalah jadilah guru yang menguasai materi pelajaran dan menguasai kompetensi yang mesti siswa kuasai. Dengan menguasai materi pelajaran, maka guru akan lebih leluasa dalam menyampaikannya. Penguasaan guru terhadap poin-poin penting dapat mempermudah dalam penyampaian mata pelajaran secara lebih variatif. Selain itu, penguasaan strategi mengajar akan melengkapi kesempurnaan menjadi guru yang menyenangkan. Ada ratusan strategi mengajar yang dapat dimanfaatkan guru dalam pembelajaran.
Berikutnya, berkaitan dengan gaya mengajar. Gaya mengajar guru menurut Munif Chatib, --- yang juga menulis buku best seller, Sekolahnya Manusia & Gurunya Manusia, --- hendaknya simetris dengan gaya belajar siswa. Hal ini akan membuat siswa senang dalam pembelajaran. Adanya chemesrty guru-siswa menjadikan siswa nyaman dalam belajar.
Untuk lebih menyegarkan suasana belajar, guru dapat memilih tempat mengajar. Belajar jangan hanya menggunakan ruang kelas. Ada banyak lokasi yang dapat menjadi tempat belajar. Taman, perpustakaan, bahkan pasar juga dapat digunakan sebagai lokasi belajar. Variasi lokasi ini akan mampu menyegarkan dan mengaktifkan siswa belajar. Belajar transaksi bisnis, akan lebih mudah dipahami apabila siswa langsung menyaksikan transaksi pedagang dan pembeli di pasar.
Pengamatan kita menunjukkan bahwa, guru lebih dituruti daripada orang tua siswa. Ini merupakan modal positif untuk menjadi guru yang menyenangkan. Apa pasalnya? Ada banyak jawaban, diantaranya karena ketika di kelas guru berusaha untuk menjadi teladan. Guru mempesiapkan diri dengan baik ketika akan mengajar. Berusaha menjadi yang terbaik, mulai cara berpakaian, bertutur kata dan berperilaku. Modal ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru.
Pendiri Wall Mart, jaringan super market, Sam Walton, memiliki kiat dalam menjalankan perusahaannya. Tampaknya, kiat-kiatnya juga relevan bagi guru dalam menjalankan profesinya sehingga dapat menjadi guru yang menyenangkan. Ada delapan kiat yang disampaikannya. Berikut kiat-kiatnya, pertama berkomitmenlah pada semangat untuk mendidik dan mengajar. Kedua, bagilah pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dengan guru lain. Ketiga, motivasilah teman kerja. Keempat, berikan penghargaan untuk prestasi siswa sekecil apapun. Kelima, komunikasikan segala sesuatu tentang pendidikan dan pembelajaran. Keenam, rayakan kesuksesan, dan pada kegagalan yang tidak bisa dielakkan. Carilah hal yang lucu darinya. Ketujuh, dengarkan pengalaman teman guru dan siswa. Dan, kedepalan, lampaui harapan siswa, orang tua dan sekolah.
Demikian beberapa catatan tentang upaya menjadi guru yang menyenangkan. Tentu akan lebih bermakna apabila kita berupaya mengimplementasikan dalam proses pembelajaran. Bila hal itu kita lakukan, pasti akan muncul hal-hal baru yang akan menambah upaya menjadi guru yang menyenangkan. Menjadi guru menyenangkan, mari kita mulai sekarang juga.***

Berjalan Untuk Melupakan

Oleh : Fauzi 
  Pekan demi pekan...
Aku berjalan untuk melupakan
Melupakan semua kenangan
Yang kini telah engkau tinggalkan
Hari demi hari...
Kulewati dengan sepi dan sunyi
Aku ingin mencoba berlari pergi
Pergi meninggalkan kenyataan ini
Tetapi entah mengapa
Selalu aku yang salah?
Selalu aku yang kalah?
Apakah ini yang disebut menyerah?
Aku pun tak tahu harus berbuat apa
Di kala engkau bahagia dengannya
Kini aku menemukan jawaban
Untuk melakukan sebuah tindakan
Melupakan dan mengabaikan

Peringatan Hari Guru



Sebagaimana yang telah diketahui bahwa tanggal 25 November merupakan peringatan Hari Guru, dan pada umunya setiap sekolah memperingatinya, tidak ketinggalan MTs PKP DKI Jakarta. Kegiatan diawali pagi hari seluruh siswa siswi MTs PKP berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara, peringatan kali ini jatuh pada hari Rabu dan upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan para guru sebagai petugas upacara.
Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan perlombaan yang telah di persiapkan sebelumnya, diantaranya adalah lomba Fashion Show, membuat parsel, kebersihan kelas dan futsal. Kegiatan lomba berjalan dengan sangat lancar dan sesuai dengan rencana. Sedangkan untuk semifinal futsal dilaksanakan pada hari Jumat, 27 November 2015. Pertandingan pertama antara kelas VIIA melawan kelas IXA, dilanjutkan dengan pertandingan kedua kelas VIIA melawan VIIIB dan yang terakhir kelas IXA melawan IXC. Juara pertama diraih oleh kelas IXA, juara kedua diraih oleh IXC dan juara ketiga kelas VIIIB.
Sementara itu, untuk lomba fashion show dimenangkan oleh kelas IXC yang diikuti oleh kelas IXB dan VIIID. Untuk lomba kebersihan kelas diraih oleh IXA diikuti oleh VIIA dan VIIIA, dan lomba parsel dimenangkan oleh kelas VIIB, ditempat kedua dan ketiga diraih oleh kelas VIID dan VIIIB. (Safira)

Budaya






Pengertian Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang secara bersama pada suatu kelompok orang secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang sulit meliputi sistem agama, dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, karya seni, perkakas, dan bangunan. Istilah budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, sebagai bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang diartikan hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Sedangkan, Pengertian Seni adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu membangkitkan perasaan orang lain. Istilah seni berasal dari kata sanskerta dari kata sani yang berarti pemujaan, persembahan, dan pelayanan yang erat dengan upacara keagaaman yang disebut dengan kesenian. Dan jika digabungkan pengertian Seni Budaya adalah suatu segala sesuatu yang diciptakan manusia mengenai cara hidup berkembang secara bersama pada suatu kelompok yang mengandung unsur keindahan (estetika) secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Maka dari itu dengan menjunjung tinggi seni budaya, Sanggar Seni PKP DKI Jakarta mengadakan Pagelaran Seni Budaya Nusantara yang dilaksanakan pada Selasa, 24 November 2015 lalu bertempat di Aula Al-Kautsar PKP. Tujuan diadakannya kegiatan ini terbagi menjadi dua, yaitu tujuan khusus dan umum. Tujuan khusus dari kegiatan ini adalah sebagai evaluasi hasil pelatihan untuk pengisian nilai rapor setiap satu semester. Sedangkan tujuan umum adalah untuk memotivasi siswa agar aktif dalam mengikuti eskul seni budaya juga sebagai wadah menggali bakat siswa. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unit sekolah yang ada di Yayasan PKP kecuali TK PKP. Dan seni yang ditampilkan pun beragam, dari MI PKP menampilkan Tari Bali yang terdiri dari dua kelompok, Tari Betawi terdiri dari tiga kelompok dimana dua kelompok menarikan Ondel-ondel dan satu kelompok lainnya Tari Sirih Kuning, Rampak Gendang, dan Angklung. Untuk unit MTs menampilkan Arumba, dan Hadroh, SMA PKP menampilkan Tari Saman dan Paduan Suara, SMK 1 menampilkan Tari Saman dan Theater, sedangkan SMK 2 menapilkan Hadroh.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Kepala Sanggar Seni, Dra. Suniasih, M.Pd. bahwa dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa bahwa setiap anak memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Mereka dapat berkarya dengan kemampuan yang mereka miliki. Tema “aku bisa” mempunyai filosofi yang luar biasa. Kata “bisa” bermakna bahwa semua ilmu apabila dipelajari dengan niat yang baik dan sungguh-sungguh pasti akan diraih dengan sukses. Setelah mengikuti kegiatan ini semoga siswa mau berlatih dengan tekun lagi untuk menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi. Dan dengan dukungan dari kepala sekolah serta orang tua kita semua berharap Sanggar Seni PKP semakin maju.

http://pkpdkijakarta.com/berita-detail/pagelaran-seni-budaya-nusantara