Selasa, 29 Juli 2008

Guru dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Seringkali kita mendengar bahwa “Sekolah yang ngetren” dewasa ini adalah sekolah yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam kegiatan pembelajaran. Itulah sebabnya berbagai pimpinan sekolah terutama di kota-kota besar berupaya untuk melengkapi sekolahnya dengan fasilitas TIK. Pemahaman yang demikian ini juga menghinggapi para guru sehingga “guru yang dianggap ngetren” dewasa ini adalah guru yang memanfaatkan TIK dalam membelajarkan para peserta didiknya. Itulah sebabnya, sebagian para guru berupaya untuk melengkapi dirinya dengan fasilitas TIK dan mempelajari cara-cara memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran.

Ada juga pemikiran yang berkembang bahwa TIK identik dengan komputer dan internet. Oleh karena itu, apabila para guru ingin dikategorikan telah memanfaatkan TIK, maka guru yang bersangkutan harus dapat menggunakan komputer dan internet. Seiring dengan pemahaman yang demikian ini, tawaran untuk memiliki komputer laptop secara kredit berdatangan kepada para guru. Terlepas dari faktor yang menjadi pertimbangan, tawaran kredit pemilikan laptop ini pada umumnya mendapat respons positif dari para guru.

Adalah satu hal yang mulai banyak terlihat bahwa para guru menjinjing atau melengkapi dirinya dengan laptop saat menghadiri berbagai kegiatan atau pertemuan, apakah kegiatan pelatihan, lokakarya, atau seminar. Kebiasaan guru mencatat atau menulis di atas kertas hal-hal penting selama pertemuan telah mulai ditinggalkan secara berangsur-angsur. Para guru sudah mulai beralih ke laptop. Fungsi laptop bagi guru memang tidak hanya untuk sekedar catat-mencatat hal-hal penting selama mengikuti suatu pertemuan atau kegiatan tetapi laptop telah difungsikan untuk berbagai kepentingan lainnya.

Fungsi laptop telah dikembangkan penggunaannya oleh guru, yaitu antara lain adalah untuk (1) membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di mana guru tidak perlu menulis ulang beberapa hal yang bersifat umum atau yang sama karena didukung oleh fasilitas “copy and paste” yang tersedia di laptop; (2) mempelajari materi sajian yang tersedia atau dikemas di dalam bentuk digital; (3) membuat dan mempresentasikan materi sajian; (4) mengolah hasil-hasil penilaian prestasi belajar prestasi belajar peserta didik; (5) mengakses berbagai dokumen/artikel/tulisan/informasi dari internet (internet browsing); (6) mengirim dan menerima informasi atau dokumen elektronik yang disajikan lewat jaringan elektronik; dan (7) mengolah dan menganalisis data/informasi.

Berbagai bentuk kecenderungan sikap guru mengenai pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Guru yang berinisiatif untuk merancang dan memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajarannya.

Guru tipe pertama ini mempunyai inisiatif sendiri untuk merancang dan memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya. Ada dorongan atau motivasi yang tumbuh dan berkembang di dalam diri guru sehingga dirinya tergugah atau terpanggil untuk mengenalkan sesuatu pembaharuan kepada peserta didiknya. Inisiatif untuk mencari informasi, mempelajari dan atau melakukan sendiri inovasi (bentuk inovasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pemanfaatan TIK untuk kepentingan pembelajaran) datang sepenuhnya dari kesadaran diri guru sendiri.

Rasa keterpanggilan yang berkembang di dalam diri guru yang senantiasa mendorong untuk mencari informasi atau bahkan mempelajari berbagai inovasi atau kemajuan yang telah dikembangkan atau dikenalkan di tempat lain, baik secara kelembagaan maupun secara perseorangan. Kemudian, inovasi yang diketahui dan dipelajari guru ini dibawa ke dalam kelas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembelajaran peserta didiknya. Guru tipe yang demikian ini juga aktif untuk melakukan sendiri eksperimentasi termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajarannya.

Guru tipe pertama ini akan tetap memilliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan atau melakukan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran sekalipun tidak ada dukungan dari pimpinan sekolah. Yang menjadi prinsip di dalam diri guru adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi kemajuan belajar para peserta didiknya sekalipun mungkin membutuhkan pengorbanan, baik dalam arti waktu, tenaga maupun finansial. Ada kepuasan tersendiri yang dinikmati guru manakala dirinya berhasil mengenalkan atau melakukan sesuatu pembaharuan bagi kepentingan peserta didiknya.

2. Guru yang Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran karena Diperintah

Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran baru dilakukan guru apabila pimpinan sekolah menginstruksikannya. Manakala tidak ada instruksi dari pimpinan sekolah untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran, maka guru tipe kedua ini tidak akan mau repot-repot dengan TIK. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru cenderung hanya melanjutkan cara-cara yang selama ini telah dilakukannya. Tidak ada inisiatif yang berasal dari diri guru untuk mencoba melakukan pembaharuan termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan cara-cara mengelola kegiatan pembelajaran yang dilakukannya juga adalah meniru cara-cara yang telah pernah dilakukan oleh gurunya ketika dirinya masih berstatus sebagai peserta didik.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa guru ini adalah guru yang ”baru mau melakukan pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya apabila ada instruksi atau perintah dari pimpinan sekolah”. Atau, guru tipe kedua ini adalah guru yang sekedar melaksanakan tugas pembaharuan (termasuk pemanfaatan TIK untuk pembelajaran) karena diinstruksikan oleh pimpinan sekolah. Kelemahan yang terjadi adalah kecenderungan ”kurang kepedulian” (tidak terlalu ”concern”) terhadap proses dan hasil kegiatan pembaruan. Kalau ada masalah yang terjadi dalam melaksanakan pembaharuan, maka guru tipe ini merasa bukan menjadi tanggungjawabnya karena tugasnya adalah ”sebatas melaksanakan instruksi/perintah Kepala Sekolah”.

3. Guru Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran berdasarkan Pamrih

Ada ungkapan yang mewabah akhir-akhir ini yang memperlihatkan bagaimana respon atau tanggapan seseorang terhadap suatu kegiatan yang ditugaskan kepada dirinya. Ungkapan tersebut biasanya diajukan dalam bentuk pertanyaan, yaitu: ”Apa manfaat yang akan saya peroleh kalau melaksanakan kegiatan yang ditugaskan?”. Analoginya di bidang pembelajaran adalah: ”Apa manfaat yang akan saya peroleh kalau melaksanakan kegiatan pembaharuan atau pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran?”. Kejelasan mengenai manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh, akan mewarnai kecenderungan sikap.

Kalau tidak ada kejelasan tentang manfaat yang akan diperoleh, maka kecenderungan sikap yang diperlihatkan adalah menolak melaksanakan kegiatan yang ditugaskan. Sebaliknya, guru akan memperlihatkan sikap yang responsif/positif manakala jelas manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh. Artinya, ada pamrih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan pembaharuan termasuk kegiatan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.



4. Guru Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran kalau Sudah Terbukti Manfaatnya

Untuk mau atau bersedia melakukan pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran termasuk pemanfaatan TIK, guru tipe keempat ini mensyaratkan harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana hasil atau bukti dari pelaksanaan pembaharuan atau penerapan TIK dalam pembelajaran yang telah dilakukan di tempat lain. Kalau belum ada bukti mengenai keberhasilan penerapan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran di suatu lokasi, maka guru tipe keempat ini tidak akan bersedia (merasa ”reluctant”) untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran di sekolahnya. Apabila diminta untuk mencoba menerapkan pemanfaatan TIK, maka dia akan mengatakan ”Saya perlu bukti terlebih dahulu dari sekolah yang telah menerapkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran”.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa guru tipe keempat ini selalu menuntut adanya bukti terlebih dahulu tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Sejauh belum ada informasi tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran, maka kecenderungan sikap yang diperlihatkan adalah menolak melaksanakan pemanfaatan TIK bagi peserta didiknya. Guru tipe keempat ini juga tidak mempunyai keinginan untuk mau mencoba terlebih dahulu gagasan pemanfaatan TIK kepentingan pembelajaran bagi peserta didiknya. Di sisi lain, guru ini akan sangat peduli (concern) dan memperlihatkan komitmen yang tinggi untuk penerapannya apabila dia sudah benar-benar mengetahui tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran.

Demikianlah setidak-tidaknya ada 4 (empat) kecenderungan sikap guru terhadap upaya pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Tulisan ini didasarkan atas pengamatan umum tentang kecenderungan sikap guru terhadap pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Tentunya diperlukan adanya tindak lanjut berupa hasil penelitian mengenai kecenderungan sikap guru terhadap upaya pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran.

Sumber : www.e-dukasi.net
 

Guru dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Seringkali kita mendengar bahwa “Sekolah yang ngetren” dewasa ini adalah sekolah yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di dalam kegiatan pembelajaran. Itulah sebabnya berbagai pimpinan sekolah terutama di kota-kota besar berupaya untuk melengkapi sekolahnya dengan fasilitas TIK. Pemahaman yang demikian ini juga menghinggapi para guru sehingga “guru yang dianggap ngetren” dewasa ini adalah guru yang memanfaatkan TIK dalam membelajarkan para peserta didiknya. Itulah sebabnya, sebagian para guru berupaya untuk melengkapi dirinya dengan fasilitas TIK dan mempelajari cara-cara memanfaatkannya dalam kegiatan pembelajaran.

Ada juga pemikiran yang berkembang bahwa TIK identik dengan komputer dan internet. Oleh karena itu, apabila para guru ingin dikategorikan telah memanfaatkan TIK, maka guru yang bersangkutan harus dapat menggunakan komputer dan internet. Seiring dengan pemahaman yang demikian ini, tawaran untuk memiliki komputer laptop secara kredit berdatangan kepada para guru. Terlepas dari faktor yang menjadi pertimbangan, tawaran kredit pemilikan laptop ini pada umumnya mendapat respons positif dari para guru.

Adalah satu hal yang mulai banyak terlihat bahwa para guru menjinjing atau melengkapi dirinya dengan laptop saat menghadiri berbagai kegiatan atau pertemuan, apakah kegiatan pelatihan, lokakarya, atau seminar. Kebiasaan guru mencatat atau menulis di atas kertas hal-hal penting selama pertemuan telah mulai ditinggalkan secara berangsur-angsur. Para guru sudah mulai beralih ke laptop. Fungsi laptop bagi guru memang tidak hanya untuk sekedar catat-mencatat hal-hal penting selama mengikuti suatu pertemuan atau kegiatan tetapi laptop telah difungsikan untuk berbagai kepentingan lainnya.

Fungsi laptop telah dikembangkan penggunaannya oleh guru, yaitu antara lain adalah untuk (1) membuat Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di mana guru tidak perlu menulis ulang beberapa hal yang bersifat umum atau yang sama karena didukung oleh fasilitas “copy and paste” yang tersedia di laptop; (2) mempelajari materi sajian yang tersedia atau dikemas di dalam bentuk digital; (3) membuat dan mempresentasikan materi sajian; (4) mengolah hasil-hasil penilaian prestasi belajar prestasi belajar peserta didik; (5) mengakses berbagai dokumen/artikel/tulisan/informasi dari internet (internet browsing); (6) mengirim dan menerima informasi atau dokumen elektronik yang disajikan lewat jaringan elektronik; dan (7) mengolah dan menganalisis data/informasi.

Berbagai bentuk kecenderungan sikap guru mengenai pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut:

1. Guru yang berinisiatif untuk merancang dan memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajarannya.

Guru tipe pertama ini mempunyai inisiatif sendiri untuk merancang dan memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya. Ada dorongan atau motivasi yang tumbuh dan berkembang di dalam diri guru sehingga dirinya tergugah atau terpanggil untuk mengenalkan sesuatu pembaharuan kepada peserta didiknya. Inisiatif untuk mencari informasi, mempelajari dan atau melakukan sendiri inovasi (bentuk inovasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah pemanfaatan TIK untuk kepentingan pembelajaran) datang sepenuhnya dari kesadaran diri guru sendiri.

Rasa keterpanggilan yang berkembang di dalam diri guru yang senantiasa mendorong untuk mencari informasi atau bahkan mempelajari berbagai inovasi atau kemajuan yang telah dikembangkan atau dikenalkan di tempat lain, baik secara kelembagaan maupun secara perseorangan. Kemudian, inovasi yang diketahui dan dipelajari guru ini dibawa ke dalam kelas untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pembelajaran peserta didiknya. Guru tipe yang demikian ini juga aktif untuk melakukan sendiri eksperimentasi termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajarannya.

Guru tipe pertama ini akan tetap memilliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan atau melakukan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran sekalipun tidak ada dukungan dari pimpinan sekolah. Yang menjadi prinsip di dalam diri guru adalah bagaimana memberikan yang terbaik bagi kemajuan belajar para peserta didiknya sekalipun mungkin membutuhkan pengorbanan, baik dalam arti waktu, tenaga maupun finansial. Ada kepuasan tersendiri yang dinikmati guru manakala dirinya berhasil mengenalkan atau melakukan sesuatu pembaharuan bagi kepentingan peserta didiknya.

2. Guru yang Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran karena Diperintah

Pemanfaatan TIK untuk pembelajaran baru dilakukan guru apabila pimpinan sekolah menginstruksikannya. Manakala tidak ada instruksi dari pimpinan sekolah untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran, maka guru tipe kedua ini tidak akan mau repot-repot dengan TIK. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru cenderung hanya melanjutkan cara-cara yang selama ini telah dilakukannya. Tidak ada inisiatif yang berasal dari diri guru untuk mencoba melakukan pembaharuan termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Bahkan cara-cara mengelola kegiatan pembelajaran yang dilakukannya juga adalah meniru cara-cara yang telah pernah dilakukan oleh gurunya ketika dirinya masih berstatus sebagai peserta didik.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa guru ini adalah guru yang ”baru mau melakukan pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran yang dikelolanya apabila ada instruksi atau perintah dari pimpinan sekolah”. Atau, guru tipe kedua ini adalah guru yang sekedar melaksanakan tugas pembaharuan (termasuk pemanfaatan TIK untuk pembelajaran) karena diinstruksikan oleh pimpinan sekolah. Kelemahan yang terjadi adalah kecenderungan ”kurang kepedulian” (tidak terlalu ”concern”) terhadap proses dan hasil kegiatan pembaruan. Kalau ada masalah yang terjadi dalam melaksanakan pembaharuan, maka guru tipe ini merasa bukan menjadi tanggungjawabnya karena tugasnya adalah ”sebatas melaksanakan instruksi/perintah Kepala Sekolah”.

3. Guru Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran berdasarkan Pamrih

Ada ungkapan yang mewabah akhir-akhir ini yang memperlihatkan bagaimana respon atau tanggapan seseorang terhadap suatu kegiatan yang ditugaskan kepada dirinya. Ungkapan tersebut biasanya diajukan dalam bentuk pertanyaan, yaitu: ”Apa manfaat yang akan saya peroleh kalau melaksanakan kegiatan yang ditugaskan?”. Analoginya di bidang pembelajaran adalah: ”Apa manfaat yang akan saya peroleh kalau melaksanakan kegiatan pembaharuan atau pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran?”. Kejelasan mengenai manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh, akan mewarnai kecenderungan sikap.

Kalau tidak ada kejelasan tentang manfaat yang akan diperoleh, maka kecenderungan sikap yang diperlihatkan adalah menolak melaksanakan kegiatan yang ditugaskan. Sebaliknya, guru akan memperlihatkan sikap yang responsif/positif manakala jelas manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh. Artinya, ada pamrih untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan pembaharuan termasuk kegiatan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.



4. Guru Memanfaatkan TIK dalam Kegiatan Pembelajaran kalau Sudah Terbukti Manfaatnya

Untuk mau atau bersedia melakukan pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran termasuk pemanfaatan TIK, guru tipe keempat ini mensyaratkan harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana hasil atau bukti dari pelaksanaan pembaharuan atau penerapan TIK dalam pembelajaran yang telah dilakukan di tempat lain. Kalau belum ada bukti mengenai keberhasilan penerapan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran di suatu lokasi, maka guru tipe keempat ini tidak akan bersedia (merasa ”reluctant”) untuk memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran di sekolahnya. Apabila diminta untuk mencoba menerapkan pemanfaatan TIK, maka dia akan mengatakan ”Saya perlu bukti terlebih dahulu dari sekolah yang telah menerapkan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran”.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa guru tipe keempat ini selalu menuntut adanya bukti terlebih dahulu tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran. Sejauh belum ada informasi tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran, maka kecenderungan sikap yang diperlihatkan adalah menolak melaksanakan pemanfaatan TIK bagi peserta didiknya. Guru tipe keempat ini juga tidak mempunyai keinginan untuk mau mencoba terlebih dahulu gagasan pemanfaatan TIK kepentingan pembelajaran bagi peserta didiknya. Di sisi lain, guru ini akan sangat peduli (concern) dan memperlihatkan komitmen yang tinggi untuk penerapannya apabila dia sudah benar-benar mengetahui tentang keberhasilan pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran.

Demikianlah setidak-tidaknya ada 4 (empat) kecenderungan sikap guru terhadap upaya pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Tulisan ini didasarkan atas pengamatan umum tentang kecenderungan sikap guru terhadap pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran. Tentunya diperlukan adanya tindak lanjut berupa hasil penelitian mengenai kecenderungan sikap guru terhadap upaya pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran.

Sumber : www.e-dukasi.net

Senin, 28 Juli 2008

Ber-internet menggunakan wajan penggorengan




Alhamdulillah, akhirnya C4SY berhasil menggelar acara workshop BERINTERNET MENGGUNAKAN WAJANBOLIC bersama Onno W. Purbo. Acara workshop ini terselenggara pada hari sabtu, 26 Juli 2008 bertempat di gedung Chandraca Kopassus Cijantung Jakarta Timur

Sukses Workshop "Berinternet Menggunakan Wajanbolic"

Alhamdulillah,
akhirnya C4SY, CORDOVA dan Studio MTs  berhasil menggelar acara workshop BERINTERNET MENGGUNAKAN WAJANBOLIC bersama Onno W. Purbo. Acara workshop ini terselenggara pada hari sabtu, 26 Juli 2008 bertempat di gedung Chandraca Kopassus Cijantung Jakarta Timur. Acara berlangsung pukul 08.00-12.00 WIB. Gedung Chandraca yang berkapasitas 500 kursi dipadati oleh peserta workshop yang datang dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum.
  
Image Image
Acara Workshop BERINTERNET MENGGUNAKAN WAJANBOLIC dibuka oleh ketua C4SY yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana acara workshop ini, yaitu Bpk. Djoko Lelono, S.Pd dan Kepala Sekolah PKP Jakarta Islamic School Bpk. Nanang Ahmad Hasan, S.Ag., yang memboyong ratusan siswa-siswinya untuk mengikuti workshop  
Image  Image
Setelah sambutan dari ketua C4SY dari Kepala Sekolah PKP JIS, maka tiba saatnya Pak Onno untuk membagi ilmunya tentang teknologi berinternet menggunakan wajan penggorengan yang lebih dikenal dengan teknologi wajanbolic. Dalam presentasinya, Pak Onno meminta bantuan dari beberapa peserta (Siti, siswa multimedia SMEA PKP) untuk memperagakan cara merakit dan membuat beberapa alat pendukung teknologi wajanbolic.
  
Image
Diakhir presentasinya, Pak Onno dibantu oleh moderator dan panitia membagi peserta dalam beberapa kelompok besar. Setiap kelompok dipandu oleh beberapa instruktur untuk membantu peserta mempraktekkan pembuatan wajanbolic.
  
Image Image
Para peserta terlihat sangat antusias memperhatikan para instruktur memperagakan detil pembuatan wajanbolic.
  
Image
Akhirnya, wajanbolic berhasil dibuat dan langsung dicoba saat itu juga.
  
Image
Acara workshop diakhiri dengan pembagian beberapa doorprize dari sponsorship, diantaranya paket ESIA, voucer dari UII Az-Zahra, paket menginap dari Putri Duyung Cottage, dan masih banyak lagi.
  
Image
Setelah berhasil mengawal acara workshop sampai berakhir, panitia, instruktur dan pendukung acara dapat tersenyum lega berfoto bersama Pak Onno ..... SMILE .....

Sukses Workshop "Berinternet Menggunakan Wajanbolic"

Alhamdulillah,
akhirnya C4SY, CORDOVA dan Studio MTs berhasil menggelar acara workshop BERINTERNET MENGGUNAKAN WAJANBOLIC bersama Onno W. Purbo. Acara workshop ini terselenggara pada hari sabtu, 26 Juli 2008 bertempat di gedung Chandraca Kopassus Cijantung Jakarta Timur. Acara berlangsung pukul 08.00-12.00 WIB. Gedung Chandraca yang berkapasitas 500 kursi dipadati oleh peserta workshop yang datang dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum.
Image Image
Acara Workshop BERINTERNET MENGGUNAKAN WAJANBOLIC dibuka oleh ketua C4SY yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana acara workshop ini, yaitu Bpk. Djoko Lelono, S.Pd dan Kepala Sekolah PKP Jakarta Islamic School Bpk. Nanang Ahmad Hasan, S.Ag., yang memboyong ratusan siswa-siswinya untuk mengikuti workshop
Image Image
Setelah sambutan dari ketua C4SY dari Kepala Sekolah PKP JIS, maka tiba saatnya Pak Onno untuk membagi ilmunya tentang teknologi berinternet menggunakan wajan penggorengan yang lebih dikenal dengan teknologi wajanbolic. Dalam presentasinya, Pak Onno meminta bantuan dari beberapa peserta (Siti, siswa multimedia SMEA PKP) untuk memperagakan cara merakit dan membuat beberapa alat pendukung teknologi wajanbolic.
Image
Diakhir presentasinya, Pak Onno dibantu oleh moderator dan panitia membagi peserta dalam beberapa kelompok besar. Setiap kelompok dipandu oleh beberapa instruktur untuk membantu peserta mempraktekkan pembuatan wajanbolic.
Image Image
Para peserta terlihat sangat antusias memperhatikan para instruktur memperagakan detil pembuatan wajanbolic.
Image
Akhirnya, wajanbolic berhasil dibuat dan langsung dicoba saat itu juga.
Image
Acara workshop diakhiri dengan pembagian beberapa doorprize dari sponsorship, diantaranya paket ESIA, voucer dari UII Az-Zahra, paket menginap dari Putri Duyung Cottage, dan masih banyak lagi.
Image
Setelah berhasil mengawal acara workshop sampai berakhir, panitia, instruktur dan pendukung acara dapat tersenyum lega berfoto bersama Pak Onno ..... SMILE .....

Jumat, 25 Juli 2008

C4SY dan Studio mtspkpjis mengadakan workshop Wajan Bolic

Wajan Bolic. Prinsip kerja antena Wajanbolic seperti antena parabola lainnya, yaitu menempatkan
bagian sensitif antena pada titik fokus parabola (wajan) sehingga semua gelombang
elektromagnet yang mengenai wajan akan terkumpul dan diterima oleh bagian sensitif
tersebut.

Bahan Utama :
1. Wajan dengan diameter minimal 40cm (harga sekitar Rp. 40.000,-)
2. USB Wireless LAN (harga sekitar Rp.200.000,-)
3. Pralon 3” panjang sekitar 23 cm.
4. Tutup Pralon 3” 2 buah (harga sekitar 2 x Rp. 4.000,-)
5. Aluminium Foil secukupnya.
6. Busa/Styrofoam bekas kemasan barang elektronik secukupnya.
7. Kabel USB (harga sekitar Rp.20.000,-)
8. Kabel UTP 12m (harga sekitar Rp.3.000,-/m)
Antena Wajanbolic terdiri dari 3 bagian utama :
1. Reflektor berbentuk Parabola menggunakan Wajan
2. Bagian Sensitif antena berbentuk Tabung berisi USB WLAN
3. Kabel penghubung antena ke komputer

 

Ingin tahu lebih jauh cara membuatnya...Hadir pada acara : 

"Ber-Internet dengan Menggunakan Wajan Penggorengan"

Sabtu, Tanggal 26 July 2008

Tempat : Gdg. Candrasa KOPASSUS, Pasar Rebo Jakarta Timur

Jam      : 08.00-12.00 

tersebut diatas dengan biaya investasi sebesar:

Pelajar           : 10.000,-

Mahasiswa     : 15.000,-

Umum            : 50.000,-

 

Fasilitas yang di dapat :

- Majalah

- CD Makalah

- Snack

- Door Prize

- Voucher Kursus (Terbatas)

C4SY dan Studio mtspkpjis mengadakan workshop Wajan Bolic

Wajan Bolic. Prinsip kerja antena Wajanbolic seperti antena parabola lainnya, yaitu menempatkan
bagian sensitif antena pada titik fokus parabola (wajan) sehingga semua gelombang
elektromagnet yang mengenai wajan akan terkumpul dan diterima oleh bagian sensitif
tersebut.

Bahan Utama :
1. Wajan dengan diameter minimal 40cm (harga sekitar Rp. 40.000,-)
2. USB Wireless LAN (harga sekitar Rp.200.000,-)
3. Pralon 3” panjang sekitar 23 cm.
4. Tutup Pralon 3” 2 buah (harga sekitar 2 x Rp. 4.000,-)
5. Aluminium Foil secukupnya.
6. Busa/Styrofoam bekas kemasan barang elektronik secukupnya.
7. Kabel USB (harga sekitar Rp.20.000,-)
8. Kabel UTP 12m (harga sekitar Rp.3.000,-/m)
Antena Wajanbolic terdiri dari 3 bagian utama :
1. Reflektor berbentuk Parabola menggunakan Wajan
2. Bagian Sensitif antena berbentuk Tabung berisi USB WLAN
3. Kabel penghubung antena ke komputer

Ingin tahu lebih jauh cara membuatnya...Hadir pada acara :

"Ber-Internet dengan Menggunakan Wajan Penggorengan"

Sabtu, Tanggal 26 July 2008

Tempat : Gdg. Candrasa KOPASSUS, Pasar Rebo Jakarta Timur

Jam : 08.00-12.00

tersebut diatas dengan biaya investasi sebesar:

Pelajar : 10.000,-

Mahasiswa : 15.000,-

Umum : 50.000,-

Fasilitas yang di dapat :

- Majalah

- CD Makalah

- Snack

- Door Prize

- Voucher Kursus (Terbatas)

Rabu, 23 Juli 2008

Komik-Qu, Komik Al Quran! Komik banget dan Quran banget loh!

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Tim Rumah Qurani
Pada tau kalo di QURAN ada tag 'BERDAMAI ITU BAIK!" atau 'Bersihkanlah bajumu!' atau 'berbicaralah dengan baik pada sesama manusia?' OKE sudah saatnya anak kita dan kita tau kan?
Tak perlu sulit-sulit membuka tafsir, buka saja KOMIK!! tidak sembarang komik, tapi komik yang ini NEHHH

Judul buku: Komik-Qu, Komik Al Quran!
Penyusun: Tim Rumah Qurani
Naskah: Fani Aprina dan Dina Y.Sulaeman
Illustrasi: Rinto Rianto, Maya Sophia, Irma Amalia, Fani Aprina
Editor dan tata letak: Fani Aprina

Endorsments:

Mungkin sebagian dari para orangtua yang membeli komik ini untuk anak-anak mereka, sudah pernah membaca buku saya Mukjizat Abad 20, Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran. Dalam buku itu saya sudah menceritakan bahwa salah satu metode menarik yang diterapkan di sekolah Sang Doktor Cilik adalah dengan mengajarkan ayat-ayat pendek yang terkait dengan akhlak. Hal ini tentu saja sangat berbeda dengan metode konvensional, yang langsung mengajak anak menghapal surah-surah pendek (Al Ikhlas, An-Nas, Al-Kautsar, dll).

Komik yang ada di tangan Anda sekarang adalah salah satu sarana untuk mengenalkan dan memahamkan potongan-potongan ayat tertentu kepada anak. Ayat-ayat yang digunakan dalam komik ini maknanya sangat dekat dengan kehidupan anak sehari-hari.
Dina Y. Sulaeman, penulis buku best seller “Doktor Cilik Hafal dan Paham Al Quran”

At Tarbiyah bi Al Qishah atau mendidik dengn cerita adalah suatu cara yang dapat dilakukan oleh orangtua dalam mendidik anaknya. Sifat dari cerita yang mengasyikkan dapat menarik perhatian, pemikiran, serta akal anak untuk memperlajari nilai-nilai kehidupan yang dapat berperan dalam pembentukan kecerdasan spiritual anak. Dengan kecerdasan spiritual yang baik diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi manusia Indonesia yang memiliki akidah yang baik serta akhlak yang kokoh, sehingga mampu menghadapi era globalisasi yang banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai yang cenderung sekuler. Untuk itu, saya menyambut baik kehadiran Komik-Qu, yang menyajikan nilai-nilai serta ajaran Al Quran dengan gambar-gambar serta kisah-kisah yang begitu menarik untuk anak-anak. Semoga komik-Qu dapat menjadi alternatif bacaan Islami yang dapat memberikan manfaat baik bagi keluarga muslim Indonesia
Prof. Dr. H. Arief Rachman, M.Pd

Komik-Qu (Komik Al Quran) merupakan buku Islami yang sesuai untuk anak-anak. Isinya cukup padat dan lengkap, dikemas dalam bahasa anak dengan aneka gambar yang indah dan menarik.
Kak Seto

Komik banget dan Quran banget lho.

Senin, 21 Juli 2008

PRESTASI MTs PKP Jakarta Islamic School

PRESTASI MTs PKP Jakarta Islamic School

No

Kegiatan

Hasil

Tempat

Wilayah

Tahun

1

Basket Putri

Juara 1

PKP

Jakarta Timur 

2008

2

Wall Climbing (Rani)

Juara 1

PKP

Jakarta Timur 

2008

3

Wall Climbing (Rani)

Juara 2

Jambore

Nasional

2008

4

Wall Climbing (Rani)

Juara 4

Kuningan

PORDA DKI

2008

5

Wall Climbing (Febri)

Juara 2

PKP

Jakarta Timur 

2008

6

Wall Climbing (Fatimah)

Juara 3

PKP

Jakarta Timur 

2008

7

Wall Climbing (Leo)

Juara 3

PKP

Jakarta Timur 

2008

8

Wall Climbing (Ummu Kultsum)

Harapan 2

Sahid

DKI Jakarta

2008

9

Modern Dance

Juara 3

Sahid

DKI Jakarta

2008

10

Robotic

Juara 4

JCC Senayan

Nasional

2008

11

Voly

Juara 2

PKP

DKI Jakarta

2008

12

Desain Piala

Juara 1

PKP

PKP

2008

13

Guru Berprestasi

Harapan 2

PKP

PKP

2008

14

Futsal

Juara 2

PKP

Jakarta Timur 

2008

15

Bulutangkis

Juara 2

PKP

Jakarta Timur 

2008

16

Basket 3 on 3

Juara 1

PKP

Kecamatan

2008

17

Basket 3 on 3

Juara 2

PKP

Kecamatan

2008

18

Basket 3 on 3

Juara 3

PKP

Kecamatan

2008

19

Basket Skill Kontes (Fitri)

Juara 1

PKP

Kecamatan

2008

20

Basket Skill Kontes (Riska)

Juara 2

PKP

Kecamatan

2008

21

Basket Skill Kontes (Karlina)

Juara 3

PKP

Kecamatan

2008

22

Slamdunk (Komarudin)

Juara 2

PKP

Kecamatan

2008

23

Angklung

Performance

Jakarta Islamic Center

DKI Jakarta

2008

24

Modern Dance

Performance

Graha Cijantung

DKI Jakarta

2008

25

Voly Putri

Juara 3

PKP

PKP

2007

26

Basket Putri

Juara 3

PKP

PKP

2007

27

Wall Climbing (Rani)

Juara 3

Margo City

Jadebotabek

2007

28

Wall Climbing (Rani)

Juara 2

PKP

Jaktim-depok

2007

29

Wall Climbing (Rani)

Juara 2

Depok Town Square

Jaktim-depok

2007

30

Studio Film

Reportase

JIC dan Asrama Haji

Nasional

2007

31

Marawis

Performance

Ramayana Cibubur

Jakarta Timur 

2007

32

Pramuka putri

Harapan 2

TMII

DKI Jakarta

2006

33

Pramuka putra

Harapan 3

TMII

DKI Jakarta

2006

34

Kaligrafi

Juara 2

PKP

PKP

2006

35

Pramuka

Harapan 1

TMII

DKI Jakarta

2006

36

Desain Website

Juara 3

PKP

PKP

2006

37

Futsal

Juara 3

Sudirman

Jakarta Timur 

2006

38

Kaligrafi

Juara 3

PKP

PKP

2006

39

Sempoa

Juara 2

PKP

PKP

2006

40

Voly Putri

Juara 2

PKP

DKI Jakarta

2006

41

Desain Website

Juara 1

PKP

PKP

2006

42

Paskibra

Juara 1

SMP 91

Jakarta Timur 

2006

43

Puisi

Juara 2

PKP

PKP

2006

44

Futsal

Juara 1

PKP

Jaktim-depok

2006

45

Menulis

Juara 3

PKP

PKP 

2005

46

Futsal

Juara 3

SMA PKP

Jakarta Timur 

2005

47

Pramuka Putra

Juara 1

TMII

DKI Jakarta

2005

48

Pramuka Putri

Juara 1

TMII

DKI Jakarta

2005

49

Bulutangkis

Juara 1

PKP

Jakarta Timur 

2005

50

Voly Putri

Juara 1

PKP

Jakarta Timur 

2005

51

Voly

Juara 2

PKP

PKP

2005

52

Menulis

Juara 1

PKP

 

2005

53

Pramuka

Nominasi

TMII

DKI Jakarta

2004

54

Pramuka

Nominasi

TMII

DKI Jakarta

2004

55

Voly

Juara 1

Sudirman

Jakarta Timur 

2003

56

Basket Putra

Juara 3

PKP

Jakarta Timur 

2002

57

Pidato Bhs Inggris

Juara 1

 

Jakarta Timur 

2002

58

Festival Band

Juara 2

SMK Insan Cendekia

DKI Jakarta

2001

59

Gerak Jalan

Juara 3

PKP

PKP

2000

60

Cerdas cermat Quran

Juara 2

PKP

PKP

2000

61

Basket Putri

Juara 2

 

Jakarta Timur 

2000

62

Basket

Juara 2

PKP

PKP

2000
nb : tidak menggambarkan keadaan sesungguhnya, karena berdasarkan bukti fisik yang masih ada.