Selasa, 03 Juli 2018

Guru Sejati

Guru Sejati
oleh : Dr Tongato -Guru PKP Jakarta Islamic School-

GURU SEJATI 1
Guru sejati mengenal nama satu persatu muridnya. 


Tak ada satu pun nama muridnya yang tidak ada dalam memorinya. 
Ketika menyapa, ia akan menyebut pemilik nama itu.
Guru sejati menyadari bahwa nama adalah bunyi yang paling indah di telinga ketika diucapkan seseorang. Demikian kata pujangga. Karena paling indah maka orang yang disebutkan akan selalu senang mendengarnya. 
Ketika ada orang menyapa dengan menyebut nama kita. Kita diingatkan seperti menerima hadiah yang tak tergantikan.
Ketika guru sejati lupa nama muridnya, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukannya kembali. Ia menghafal nama nama muridnya. 
Ada saatnya guru sejati  lupa nama muridnya. Ketika hal itu terjadi ia akan menanyakan pada seseorang tanpa diketahui pemilik nama. Ia tidak pernah menanyakan secara langsung nama yang bersangkutan. Baginya ini merupakan hal yang tabu. Meski menempuh jalan memutar, ia menjalaninya demi mengenal nama muridnya.***

GURU SEJATI 2
Guru sejati selalu mendoakan keberhasilan para muridnya.


Doa merupakan instrumen penting dalam kehidupan manusia. Ia bisa menjadi motivasi untuk mendorong seseorang meraih cita-citanya. 
Menyadari dan meresapi serta meyakini hal tersebut, guru sejati selalu mendoakan para muridnya dalam setiap kesempatan.
Guru sejati mendoakan muridnya tidak mengenal waktu, saat berhadapan dengan muridnya atau pun saat sendiri di malam yang sunyi. 
Harapannya Sang Pencipta Yang Mahakuasa menurunkan rahmat dan hidayat-Nya bagi murid muridnya serta melapangkan jalannya dalam memantapkan diri dalam  mendalami ilmu untuk meraih masa depannya yang gemilang.***

GURU SEJATI 3
Guru sejati selalu menginspirasi murid-muridnya.

Menginspirasi para muridnya dalam pembelajaran merupakan upaya yang selalu diupayakan guru sejati. Meskipun upaya ini tidak selalu berhasil, namun guru sejati selalu mengusahakannya. 
Bila dalam satu hari, berhasil menginspirasi muridnya, ia akan bahagia dalam menutup harinya. Sebaliknya, bila gagal, guru sejati akan segera melakukan instrospeksi dan evaluasi, menengok kembali apa yang telah dilakukan tanpa sekalipun menyalahkan situasi apalagi para muridnya.

Selanjutnya, ia sibuk mencari inspirasi dari buku-buku di perpustakaannya. Memandang dan merenungi alam yang terbentang pada siang dan malam hari. Ia juga mencari inspirasi dengan browsing di dunia maya, selain juga melakukan dialog intens dengan kolega guru dan juga dengan para muridnya. 
Ia tak malu bertanya, baik kepada rekan guru maupun juga kepada para muridnya. Ia mencari inspirasi kepada siapa saja dan kapan saja.

Guru sejati berkeyakinan bahwa seluruh penciptaan adalah inspirasi dari Sang Mahakuasa yang takkan kering mengalirkan inspirasi kepadanya.***

GURU SEJATI 4
Guru sejati adalah guru pembelajar.

Menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang serta tantangan yang dihadapi murid berbeda dari yang dihadapinya dirinya saat mengenyam pendidikan, maka guru sejati selalu belajar.
Belajar merupakan bentuk kerendahan hati, lawan dari tinggi hati. Tinggi hati, sikap paling tahu segalanya yang akan menutup pintu bagi pengetahuan dan kebijaksanaan. 
Adalah hal yang berbahaya manakala hati sudah tertutup untuk mendapatkan pengetahuan dan kebijaksanaan. Keadaan inilah yang amat ditakuti guru sejati. 
Oleh karenanya, guru sejati selalu berusaha menghindari sikap dan perilaku demikian.
Sebagai seorang pembelajar, guru sejati selalu membuka telinga, mata dan hati lebar-lebar. Telinga ada dua, mata ada dua dan hati pun ada dua, sementara mulut hanya ada satu. 
Penciptaan Yang Mahakuasa ini tentu bukan tanpa makna. Ini artinya kita hendaknya lebih banyak mendengar, lebih banyak melihat dan lebih banyak empati, bukan lebih banyak bicara tanpa terlebih dahulu mendengar dengan seksama, melihat dengan cermat dan dengan disertai meresapi dalam hati. 
Sebagai manusia pembelajar, guru sejati menjadikannya hal-hal tersebut sebagai prinsip hidupnya.***

GURU SEJATI 5
Guru sejati datang lebih awal sebelum proses pembelajaran dimulai.

Datang lebih awal sebelum pembelajaran dimulai memberikan kesempatan diri untuk mempersiapkan segala hal. Entah itu media/alat pembelajaran, sumber belajar yang diperlukan ataupun kerapihan diri.
Datang lebih awal juga akan memberikan jeda untuk mengambil napas, menata pikiran dan perasaan sebelum masuk ruang belajar. 
Dengan kesiapan diri yang optimal maka proses pembelajaran juga akan  menghasilkan prestasi yang maksimal, baik bagi para muridnya maupun bagi dirinya.
Bagi guru sejati, perkataan tersebut bukan sekadar slogan yang memotivasi. Tapi kebiasaan yang telah terbukti hasilnya. Bertahun-tahun menjadi guru, dan hadir lebih awal, hasil yang didapat pun tidak sia-sia. 
Suatu waktu, ketika guru sejati datang terlambat karena sebab yang tidak terelakkan, ia merasa ada sesuatu yang tanggal. Gelisah muncul dan rasa tergesa menghantamnya. 
Ketika hal ini terjadi, ia segera mengambil napas dalam-dalam. Menenangkan diri dan dengan takzim meminta maaf pada para muridnya.***

GURU SEJATI 6
Guru sejati melakukan persiapan secara maksimal sebelum mengajar.


Dalam kegiatan belajar mengajar terdapat kegiatan take and give. Ini bukan berarti guru hanya memberi atau murid hanya menerima. Guru dan murid memiliki kesempatan yang sama, baik dalam menerima maupun memberi dengan catatan guru sejati menfasilitasinya dengan menciptakan suasananya. Suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan untuk memaksimalkan hasil pembelejarannya.
Dengan demikian, guru sejati mempersiapkan dirinya dengan persiapan yang maksimal sebelum pembelajaran. Pertama-tama, guru sejati mempersiapkan materi pembelajaran yang akan mengantarkan para muridnya untuk menguasai kompetensi yang dipelajarinya. 
Kedua, mempersiapkan mental psikologi diri dan para muridnya agar proses pembelajaran penuh warna, menantang sekaligus menyenangkan. 
Dan ketiga, menyiapkan sarana dan sumber pembelajaran sebagai pendukung keberhasilannya dalam mengajar. 
Keberhasilan para muridnya dalam pembelajaran menjadi hal utama guru sejati. Dan persiapan yang benar dan optimal menjadi kemestian yang dilakukan guru sejati.****

GURU SEJATI 7
Guru sejati selalu merasa bahagia mendengar muridnya sukses dalam hidup. 


Adalah suatu kebahagiaan manakala guru sajati bertemu dengan muridnya setelah sekian lama tak bertemu. Dan kebahagiaan itu semakin lengkap manakala murid yang dulu pernah belajar bersamanya menjadi orang yang berhasil. 
Sebaliknya guru sejati akan merasa sangat sedih manakala murid yang bertemu menceritakan kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya. Terasa ada kesia-siaan dalam hidupnya sebagai seorang guru. Ada sesuatu yang salah dalam mendidiknya, dalam membimbingnya menuju jalan kebahagiaan. 
Keyakinannya bahwa semua murid memiliki kelebihan di bidangnya masing-masing terasa runtuh. Dan peta jalan keberhasilan yang telah diajarkannya kepada para muridnya terasa hambar, tidak jelas arahnya.
Meski pun demikian, hal yang paling bisa dilakukan adalah mendoakannya. Doa yang disertai dengan nasihat yang menyemangati.****

GURU SEJATI 8
Guru sejati meyakini bahwa tak ada murid yang tidak dapat berprestasi. 


Semua murid adalah makhluk kecil yang sedang bertumbuh mengembangkan potensi dirinya. Mereka sedang bertualang untuk menemukan jati dirinya. Kadang mereka tampak bodoh dalam satu sisi, tapi tak jarang mereka mampu melakukan banyak hal dengan gemilang. 
Elang hebat ketika terbang dan menjadi raja angkasa. Belibis lincah meluncur sembari menangkap mangsanya. Dan harimau tak gentar menghadapi hyena karena percaya bahwa hyena tak kan berani menyerangnya. Masing- masing mereka memiliki kehebatannya seperti juga mereka yang menyandang predikat murid.
Adalah suatu keberkahan manakala  murid menemukan guru yang mampu mengasahnya menjadi manusia hebat sesuai potensinya. Guru sejati selalu berusaha menghebatkan setiap murid sesuai potensi yang dimilikinya.****

GURU SEJATI 9
Guru sejati tak pernah menunda dalam memperbaiki perilaku menyimpang muridnya.

Kadang ada murid yang bersikap dan berperilaku menyimpang dari norma masyarakat. Motifnya bisa beragam seperti juga situasi yang menyebabkannya bersikap dan berperilaku demikian.
Menemui murid yang bersikap dan berperilaku menyimpang, guru sejati sigap memperbaikinya. Entah dalam keadaan letih atau sibuk. Guru sejati yakin bahwa perbuatan menyimpang itu menular dan memiliki potensi kuat untuk menjadi permanen, mendarah daging. Bila ini terjadi maka akan sulit untuk memperbakinya.
Guru sejati selalu mencamkan kata-kata gurunya bahwa kesalahan-kesalahan kecil yang berulang dan tidak ada seorang pun yang mengingatkannya bahwa hal demikian buruk akan menjadi bagian yang dibenarkan dalam diri pelakunya. 
Hal ini telah tertanam kuat dalam aktivitasnya mempersiapkan  dasar-dasar pendidikan bagi para muridnya sebagai pemilik masa depan.
****

GURU SEJATI 10
Merasa tahu segalanya merupakan sikap yang selalu dijauhi guru sejati.

Adalah sikap bodoh bila merasa dirinya tahu segalanya. Di samping tidak ada manusia yang tahu segalanya juga karena hal itu menunjukkan kesombongan. Bila sombong telah merasuki diri seseorang maka tinggal tunggulah kejatuhannya. 
Tahu segalanya adalah milik yang Mahatahu. Manusia hanya tahu serba sedikit. Ibarat tetesan air dari jari yang baru dicelupkan ke dalam samudra luas. Itu saja, tak lebih. Jika demikian, apa pantas bila kita menyombongkan diri bahwa dirinya tahu segalanya? 
Guru sejati menyadari dan meyakini akan hal itu. Oleh karenanya manakala ada sedikit perasaan tahu segalanya menghampirinya, ia cepat-cepat menjauhi. Bukan takut, hanya tahu konsekuensinya. Maka dari itu dibuangnya jauh-jauh perasaan seperti itu.****

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI CALON PESERTA DIDIK MTs PKP JIS
TAHUN PELAJARAN 2018/2019
GELOMBANG I I
       
NO NAMA SEKOLAH ASAL KETERANGAN
1  KAYLLA VISYARIA P SDI PB SOEDIRMAN LULUS
2  M. DHAVA HERLIANSYAH SDN CIRACAS 03 PG LULUS
3  RAIHAN PRATAMA SUBARDIANTA SDS ANGKASA 12 HALIM LULUS
4  IRFAN MAULANA  SUBARDIANTA SDS ANGKASA 12 HALIM LULUS
5  REIZKY RAMADHIANI P SDN RAMBUTAN 06 LULUS
6  ZAINAB NASYWA AL FAIZAN SD ALAM BEKASI LULUS
7  HAASYA DZAKIRA AZKA SDN PERUMNAS 1 JAYAPURA LULUS
8  NADIYA FEBRICYA AURIN SDN CIBUBUR 01 LULUS
9  M. ZAKI AULIA RACHMAN SDN RAMBUTAN 05 PG LULUS
10  RASSYA RAMADHAN SDI AL AZHAR 20 LULUS
11  MUAMAR DAFFA MULIANA SDN PEKAYON 10 PG LULUS
12  M. PANDU HARDJOYO P SDN CIBUBUR 01 PG LULUS
13  RAFFI TRYSTAN HAIFFA SDS KARTIKA X-4 LULUS
14  M. RAYHAN SDI YASMIN LULUS
15  HAYKAL FAKHRIANSYAH SD TUNAS PERTIWI LULUS
16  MUHAMMAD DAFFA AL GHIPARAY SDN 03 PEKAYON LULUS
17  FIKAR REKSA RUCHYAT SDN CIPAYUNG 02 LULUS
18  ZABRINA RAHMAWATI SDN CIBUBUR 05 LULUS
19  DHARA AGHNI SEPTIANINGRUM SDN TUGU VI CIMANGGIS LULUS
20  SILVIA SALWA ANDRIYANI SDS KEMALA BHAYANGKARI LULUS
21  MUHAMMAD MIRZA P MI PKP LULUS
22  M. GHIFRAN AL AZAM SDN CIBUBUR 03 LULUS
23  RAJWA AQILLA SYARIF MIS AL KAROMAH BERASTAGI LULUS
24  RAVIANO BAHY SAPUTRA SD PONDOK DUTA LULUS
25  OCTOREZA RAJENDRA PUTRA SDS AMARILYS LULUS
26  DESYINTA KUSUMA N SDN CIRACAS 13 PG LULUS
27  RAFI ADITYA WAHYUDI SDN CIRACAS 03 PG LULUS
28  SULTAN RACHEN SDN CIBUBUR 03 LULUS
29  HANIVA MIANA SDIT ASSAFIYAH LULUS
30  DANZEL M ALFARANDHA TALUMEPA SD MUHAMMADIYAH 3 LULUS
31  MUHAMMAD AURAKHA REFHANSA SD PD RANGGON 04 PG LULUS
32  AMANDA CANDRA DEWI SDN CIBUBUR 01 LULUS
33  SALWA AYU FEBRIANTI SDN CIBUBUR 05 PG LULUS
34  ABRAR JHODY A SDI AL JANAH LULUS
35  NAILA SALSABILA SDN CIBUBUR 10 LULUS
36  HILMY FARRAZ MI PKP LULUS
37  VIRA DWI WULANDARI SDN DUKUH 01 PG LULUS
38  HANA SAHIRA MI PKP LULUS
39  YAFIE HAKIM SD I PB SOEDIRMAN LULUS
40  NABILA FASYA SD I PB SOEDIRMAN LULUS
41  CHERYL ATHANAILA SDN PEKAYON 05 LULUS
42  AYU INDAH LESTARI SDN CIBUBUR 01 LULUS
43  GALIH PUTRA P MIN 12 CIBUBUR LULUS
44  HENRY REGAN YASYA SDN PEKAYON 12 LULUS
45  MUHAMMAD GALUH ADRIANSYAH SDN BAMBU APUS 04 LULUS
46  NAYLA SACHWA PUTRI MI PKP LULUS
47  M. FADLI SATRIO SDN PEKAYON 15 LULUS
48  DANISH HARIS JL SD GLOBAL ISLAMIC SCHOOL LULUS
49  FAFA FAREVA SDI TELADAN SUCI LULUS
50  M. AZKA AZIZUL HAQ SDI TELADAN SUCI LULUS
51  M. RIZKY MUBAROK SDI TELADAN SUCI LULUS
52  M. HADYAN DANISWARA ARJUNA MIS AL WAHYU LULUS
KETERANGAN
1. Calon peserta didik yang dinyatakan lulus wajib lapor diri (daftar ulang) mulai tanggal 4 Juli s.d 13 Juli 2018
2. Calon peserta didik yang dinyatakan LULUS tetapi tidak lapor diri  (daftar ulang) dinyatakan mengundurkan diri.
         
  Jakarta, 3 Juli 2018  
     
     
  Panitia PPDB MTs PKP JIS