Kamis, 26 Juni 2008

Pretasi Non Akademik 2007-2008

Non Akademik

No Nama Siswa Unit Jenis/Bidang Predikat Tingkat Lomba Ket
Pendidikan Prestasi
1 * Kartika Sari SMA Lomba Dance Modern Juara I Jabodetabek  
* Gita Nabila
* Siti Wulandari A.
* Witantri Yulindar
* Leni  Pratiwi
2 * Selvi MTs Lomba Dance Modern Juara III Jabodetabek  
* Dyah
* Anisa
* Nurpalah
* Humayroh
* Lady
* Miya
3 M. Iqbal SMA Lomba Wall Climbing Juara II Nasional Jambore
Juara III Jabodetabek Bulungan
Juara III Jabodetabek UNJ Jakarta
4 Purnomo SMK II Lomba Wall Climbing Juara II Jabodetabek UNJ Jakarta
5 Rani Anggitasari MTs Lomba Wall Climbing Juara II Nasional Jambore
Juara II Jabodetabek
6 Jodi Astriawan SMA Lomba Kartunis Harapan III DKI Jakarta Polda Metro
7 Erlangga Indra S. SMA Lomba Busana Abang Juara III DKI Jakarta  
& Nona Jakarta
8 Dika Aprian SMA Lomba Wall Climbing Harapan II Jabodetabek UNJ Jakarta
9 * Riska SMK I   Juara II DKI Jakarta  
* Iyut Mandasari  
* Dinda Riyani Lomba Nasyid Piala
* Baby Menpora
* Rani Febriani  
* Silviyanti Afifah  
10 * Ilyas SMK I Lomba Band Telkomsel Juara II DKI Jakarta  
* Agung F.  
* Taurid Cibubur 
* Bintang Junction
* Arif  
11 * Ummu Atiyah MTs Bola Basket Porsema Juara I Jakarta Timur  
* Iis Ismayanti
* Maria Rosalina
* Fitria Nur Fitriani
* Riska
12 * Riski Sudrajat MTs Futsal Porsema Juara II Jakarta Timur  
* M. Azi Baskoro
* Prasetyo Rahman
* Handoyo
* Agung
13 Atika Damayanti MTs Badminton Porsema Juara II Jakarta Timur  
14 * M. Bilal SMK I Nasyid Putra Juara II Kecamatan  
* Ilyas
* Agung F.

PRESTASI AKADEMIK 2007-2008

No Nama Siswa Unit Jenis/Bidang Predikat Tingkat Lomba Ket
Pendidikan Prestasi
1 * Puput Putra Hidayatullah SMK II Lomba Modifikasi Juara I Provinsi DKI Jakarta  
* M. Akbar Sobari Vespa di Ancol
2 * Idhofi Widatur Robbah MTs Lomba Robotic di Harapan I Nasional  
* Achmad Jiwa W. Jakarta Convention Hall
* M. Husni P.  
3 M. Khoir MI Olimpiade Mipa Harapan II Kecamatan

Lagu Arab




Jom Gelek

homework ok.mpg




ayo belajar bahasa inggris

Ujian Praktek Pembawa Berita




Ujian Praktek Pembawa Berita,
pelajaran Bahasa Indonesia
di Studio MTs PKP Jakarta Islamic School,
Mei 2008

Latihan Pidato

Khitobah adalah latihan berpidato yang dilasnakan secara rutin dengan tujuan melatih mental, keberanian dan kemampuan para siswa untuk bisa berda'wah/berpidato diatas podium mengajak ummat kejalan kebaikan dan kebenaran, menyampaikan amar ma'ruf dan mencegah segala kemungkaran dengan bijaksana sesuai dengan medan yang dihadapi.

AKHWAT MODIS (agar engkau lebih cantik)

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Martina Rahmi
“Awan kelabu itu mungkin cuma sepetak
dari birunya langit nan maha luas,
namun semoga ia menumpahkan hujan
yang menumbuhkan seribu hikmah
yang bisa kita petik masing-masing...”
Jika kita bercermin pada berpuluh-puluh kaca, maka kita akan melihat wajah kita yang senantiasa sama. Cobalah sejenak meletakkan kaca itu pada sudut yang berbeda, pada posisi yang tak sama, maka kita akan berada di dunia yang berbeda. Mungkin itu yang bisa menggambarkan buku ini, mengantarkan kita pada sisi yang berbeda dari kuatnya ghirah dakwah, teguhnya azam diri, dan gelisahnya hijab hati.
“Cermin wanita shalehah yang terefleksi dari kemilau mutiara hatinya.” Teddy Snada, Artis Presenter, Munsyid, Penyair.

“Catatan Harian Muslimah telah banyak ditulis orang, tapi yang ini ada greget yang menyejukkan. Terutama mengingatkan kita tentang makna kerendahan hati. Selamat, ya dinda.”
Pipiet Senja, Novelis Senior Indonesia .

“Cerdas dan energik, sekaligus menampar! Dengan memikat, kita diajak mengakui sesuatu yang paling rahasia di kotak hati....”
Nostalgiawan, Editor, Penulis Buku

Edensor

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Andrea Hirata
Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Prancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia, khususnya Melayu.

Di dalam buku ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbahak, sekaligus berurai air mata.

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!

Sang Pemimpi

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Andrea Hirata
Sang Pemimpi, buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi. Dengan warna cover yang agak suram (abu-abu) dibandingkan cover buku pertama yang cerah merah jambu dengan siluet sekelompok anak bermain di pinggir laut. Cover ini bergambar seorang pria gagah yang merenung di ujung jalan kayu yang menjorok ke laut. Pose yang mengingatkan saya akan patung The Little Mermaide di pelabuhan Kopenhagen dengan versi lain (mungkin ini ide Andrea yang pernah juga singgah di Denmark selama berkeliling Eropa terobsesi oleh A Ling, tokoh cinta platonisnya, dalam buku ketiga : Edensor). Bercerita tentang seputar kehidupannya di masa SMA dan kebanggaannya dapat bersekolah di SMA Bukan Main, SMA Negeri Belitong. Sebuah SMA favorite di Pulau Belitong.



Dalam Sang Pemimpi, tokoh-tokoh pemberani tidak lagi berjumlah sepuluh orang lagi, namun ”hanya” tiga orang. Tanpa satupun dari kesembilan anak di Laskar Pelangi muncul lagi sebagai tokoh bersama Ikal. Mungkin karena keterbatasan mereka untuk dapat mendaftarkan diri ke sekolah menengah atas. Sesuai dengan kenyataan dalam masyarakat kita hingga hari ini bahwa tingkatan pendidikan tersebut masih dianggap cukup tinggi dan memerlukan biaya yang cukup besar. Hanya Ikal, Arai, dan Jimbron saja dari kampung mereka yang dapat melanjutkan ke SMA. Dalam buku pertama, saya tidak begitu mengerti mengapa Arai sama sekali tidak disebut-sebut oleh Andrea, padahal Arai sudah diangkat sebagai anak oleh Ayah Ikal pada saat Ikal juga masih SD. Sebagai pembaca, saya anggap cerita Laskar Pelangi ”seakan terputus” dengan Sang Pemimpi dalam hal satu ini. Dalam Sang Pemimpi, peran Arai sangat terlihat jelas dalam kehidupan Ikal, seperti tokoh Lintang dalam Laskar Pelangi. Persahabatan ketiga orang ini begitu unik. Arai digambarkan sebagai sosok yang tegar, penyayang, dan optimis. Sedangkan Jimbron, bertubuh besar, namun penakut, dan terobsesi akan kuda. Semangat hidup Ikal cukup banyak tergantung pada Arai. Saudara jauh yang sangat menyayangi dan melindunginya. Walau perawakan mereka hampir sama ”kecilnya”.



Dalam buku Sang Pemimpi banyak pengalaman lucu yang diceritakan oleh Andrea perihal Ikal, Arai, dan Jimbron. Soal bersembunyi dari kejaran guru galak, sampai masuk ke box pendingin ikan, sembunyi-sembunyi melihat film orang dewasa di bioskop yang membuat berdesir darah mudah mereka, hingga soal detik-detik penerimaan rapor mereka yang juga mempertaruhkan harga diri orang tua mereka masing-masing, karena ini menyangkut rangking di sekolah yang diumumkan di depan seluruh orang tua murid!



Betapa Andrea pandai sekali membuat pembaca terharu, membayangkan bagaimana ayah Ikal selalu memakai baju safari satu-satunya yang semalaman sudah diuapin dengan daun pandan untuk acara penerimaan rapornya, dengan mengayuh sepeda sejauh 30 km menuju SMA Bukan Main. Di akhir Bab, Andrea menggambarkan kepergian Ikal dan Arai untuk memeluk mimpi-mimpi mereka, seperti beribu-ribu penduduk Indonesia, menuju kota harapan, kota metropolitan : Jakarta

Laskar Pelangi

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Andrea Hirata
Laskar Pelangi, walau dengan kualitas kertas di bawah buku Sang Pemimpi maupun Edensor, adalah ”ruh” awal yang diletakkan oleh Andrea untuk buku selanjutnya : Sang Pemimpi dan Edensor. Walau di dalam Sang Pemimpi dan Edensor, tokoh-tokoh awal Laskar Pelangi hanya disinggung sedikit, dan seakan sambil lalu. ”Ruh” awal sesungguhnya adalah jiwa atau pribadi si tokoh cerita : Ikal. Ikal tokoh tengil, cerdas, rendah hati, mudah penasaran terhadap sesuatu yang baru, suka bertualang, romantis, bertanggungjawab, mempunyai kegigihan dalam mencapai sesuatu, dan secara visual berambut keriting. Kegigihan dan kepercayaan akan tercapainya sesuatu digambarkan bukan serta merta tumbuh dari diri Ikal, namun di-”inisiasi” oleh tokoh-tokoh dan kondisi lingkungan Ikal sehari-hari. Tokoh Ikal terbaca sebagai Andrea Hirata. Karena Andrea bercerita mengalir seperti bila Sdr. Sunaryo Broto bercerita soal jalan-jalannya di Mesir, ataupun bila saya sendiri bercerita tentang pengalaman saya dengan lancar, seakan kenangan tersebut terekam kembali di pelupuk mata. Dalam http://pencintabuku.wordpress.com bahwa Andrea mengaku novel ini awalnya hanya merupakan catatan kenangan terhadap masa kecilnya di Belitong (bahkan juga pengalaman kehidupan dewasa yang dialaminya baru-baru saja dalam Edensor, dan agak baru dalam Sang Pemimpi).



Laskar Pelangi sesungguhnya adalah wajah kehidupan sebagian besar anak-anak Indonesia di era tahun 70 – 80’an, atau bahkan saat ini. Hidup prihatin, itu bagi kacamata orang dewasa yang mapan, dan menjadi ”emangnya gue pikirin” dan ”enjoy-enjoy saja” bagi anak-anak. Yang penting bermain dan bergembira, makan seadanya, kalau lelah tidur. Beres deh!. Walaupun pengalaman Andrea lebih spektakuler karena dia hidup di pulau yang keras namun indah : Pulau Belitong. Saya bayangkan betapa penghuni pulau tersebut kadang ”merasa sendirian” bila berjalan memutari pulau Belitong yang dikelilingi oleh lautan luas! Namun si Ikal and his gang-nya memanfaatkan kondisi lingkungan ini dengan penuh keceriaan dan syukur (yang awalnya mungkin suatu bentuk kepasrahan dari kondisi keseharian yang selalu dihadapi), yang nantinya akan bermanfaat bagi kehidupan selanjutnya. Andrea menggambarkan bagaimana kondisi pendidikan dari yayasan Muhammadiyah dengan sangat menyentuh. Ibu guru Muslimah yang mempunyai semangat tinggi mendorong siswa-siswanya agar menjadi seorang yang ”berhasil” dengan semangat tanpa tanda jasa (mengingatkan saya akan Bapak saya, baik sebagai seorang pendidik ataupun sebagai orang Muhammadiyah yang juga terlibat dalam yayasan pendidikan Muhammadiyah dan bersemangat ’45, tak jauh berbeda dengan Pak Harfan dan Bu Muslimah).



Dalam Laskar Pelangi kita diajak oleh Ikal untuk bertualang bersama anggota Laskar Pelangi yang lain : Lintang, Trapani, Mahar, Borek, Kucai, Sahara, A Kiong, Syahdan, dan Harun. Sepuluh anak. Memenuhi syarat agar SD Muhammadiyah Belitong masih tetap ada! Dalam Laskar Pelangi ini Ikal berkenalan dengan A Ling, kekasih platonisnya, yang selalu menyemangati hidup Ikal hingga dalam buku Edensor (mungkin hingga sekarang).



Seputar kehidupan PN (sebutan untuk Perusahaan Negara Timah Belitong) dikupas tuntas sesuai kaca mata Ikal yang terang benderang dengan metafora-metafora-nya yang pede habis.

Kehidupan sebagai anak pegawai rendahan PN, anak laut, siswa yang belajar di bawah gedung sekolah reyot (namun dinaungi oleh pohon filicium yang rindang dan merupakan satu komunitas yang dipenuhi oleh keceriaan hidup berbagai makhluk), bermain di saat hujan, perlombaan antar sekolah, dan euforia kemenangan khas anak-anak, memenuhi cerita ceria Ikal di masa anak-anak (SD) hingga menjelang remaja (SMP). Di Bab akhir Laskar Pelangi, Ikal bercerita tentang duabelas tahun kemudian setelah lulus SMP, dan bagaimana potret kesepuluh pasukan Laskar Pelangi di saat itu

propaganda jepang tahun 1945 part 1




silahkan hubungi guru, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut

indonesia raya3 versi asli




nah dah tau kan sekarang

teacher anatta.mpg




belajar english bersama

Pretasi Non Akademik 2007-2008

Non Akademik

No Nama Siswa Unit Jenis/Bidang Predikat Tingkat Lomba Ket
Pendidikan Prestasi
1 * Kartika Sari SMA Lomba Dance Modern Juara I Jabodetabek
* Gita Nabila
* Siti Wulandari A.
* Witantri Yulindar
* Leni Pratiwi
2 * Selvi MTs Lomba Dance Modern Juara III Jabodetabek
* Dyah
* Anisa
* Nurpalah
* Humayroh
* Lady
* Miya
3 M. Iqbal SMA Lomba Wall Climbing Juara II Nasional Jambore
Juara III Jabodetabek Bulungan
Juara III Jabodetabek UNJ Jakarta
4 Purnomo SMK II Lomba Wall Climbing Juara II Jabodetabek UNJ Jakarta
5 Rani Anggitasari MTs Lomba Wall Climbing Juara II Nasional Jambore
Juara II Jabodetabek
6 Jodi Astriawan SMA Lomba Kartunis Harapan III DKI Jakarta Polda Metro
7 Erlangga Indra S. SMA Lomba Busana Abang Juara III DKI Jakarta
& Nona Jakarta
8 Dika Aprian SMA Lomba Wall Climbing Harapan II Jabodetabek UNJ Jakarta
9 * Riska SMK I Juara II DKI Jakarta
* Iyut Mandasari
* Dinda Riyani Lomba Nasyid Piala
* Baby Menpora
* Rani Febriani
* Silviyanti Afifah
10 * Ilyas SMK I Lomba Band Telkomsel Juara II DKI Jakarta
* Agung F.
* Taurid Cibubur
* Bintang Junction
* Arif
11 * Ummu Atiyah MTs Bola Basket Porsema Juara I Jakarta Timur
* Iis Ismayanti
* Maria Rosalina
* Fitria Nur Fitriani
* Riska
12 * Riski Sudrajat MTs Futsal Porsema Juara II Jakarta Timur
* M. Azi Baskoro
* Prasetyo Rahman
* Handoyo
* Agung
13 Atika Damayanti MTs Badminton Porsema Juara II Jakarta Timur
14 * M. Bilal SMK I Nasyid Putra Juara II Kecamatan
* Ilyas
* Agung F.