Selasa, 07 Agustus 2018

Dokumentasi MTs PKP Jakarta Islamic Schhol

 Tim Angklung
 Upacara Kemerdekaan RI
 Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih
 Tari Tradisional
Manasik Haji
Keterampilan Agama
Hadroh

Gedung Utama Kampus PKP
Taman PKP

Tim Internasional Robotik MTs PKP
Silat
Robotik
Bapak Sofyan, Guru Olahraga MTs PKP

RAKER 2018/2019 dan Pemilihan Wakasis 2018-2020 MTs PKP

Alhamdulillah, Selasa (26/6/2018) dapat ikut menghadiri Rapat Kerja (raker) MTs PKP Jakarta Islamic School. Raker untuk tahun pelajaran 2018/2019 mengambil  tema, "Kita Tingkatkan Profesionalisme, Etos Kerja dan Kebersamaan." Peserta raker, guru dan karyawan tampak antusias dan bersemangat.

Raker merupakan rapat kerja. Rapat berarti 'tanpa celah', bisa juga 'pertemuan'. Dengan demikian raker dapat dimaknai sebagai pertemuan untuk menyusun program/rencana kerja untuk satu tahun ke depan. Program/rencana kerja yang disusun dengan tanpa celah disepakati secara bulat.

Dalam raker tentu akan banyak ide, gagasan, baik yang homogen maupun yang heterogen. Silang pendapat tentu ada, namun visi dan misi lembaga yang dipahami bersama dengan baik akan menyatukannya.
Evaluasi terhadap pelaksanaan program/rencana kerja tahun sebelumnya tentu dilakukan. Hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan tentu menjadi bahan perbincangan. Namun, tentu tak ketinggalan muncul ide/gagasan baru untuk mengatasi sekaligus mengembangkan dan menyempurnakan program/rencana kerja yang akan datang akan hangat dibicarakan. Masalah diatasi dan hambatan dicarikan solusi.

Akhirnya, bila program/rencana kerja telah disusun, maka tekad bulat untuk melaksanakannya menjadi tanggung jawab bersama. Semua komponen berkomitmen menjalankannya dengan profesional, dilandasi etos kerja yang kuat dalam suasana kebersamaan sesuai tema raker. Selamat dan sukses selalu untuk MTs PKP.

Jumat, 3 Agustus 2018 tepatnya setelah melaksanakan sholat Dewan Guru MTs PKP mengadakan pemilihan wakil kepala madrasah bidang kurikulum.
Kedua orang calon tersebut adalah Bapak Syabani dan Bapak Antawijaya, para pemilih adalah dewan guru sebanyak 25 orang dan panitianya adalah karyawan yang tidak memiliki hal pilih.
Kegiatan tersebut berlangsung secara langsung, umum, bebas dan rahasia. Dalam prosesnya dipimpin oleh pengurus yayasan PKP diwakili oleh kepala bidang pendidikan, Drs Dedi Armadi.



Hasil dari pemilihan tersebut Bapak Antawijaya mendapat kepercayaan menjadi Wakasis MTs PKP Periode 2018-2018.
Dalam sambutannya Bapak Antawijaya mengucapkan innalilahiwainnalilahirojiun karena amanah ini merupakan sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, akan tetapi akan terasa berjalan baik jika mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder madrasah.

Selamat dan semoga bisa menjalankan amanah dengan baik

Anatta Sannai

MPLS/M 2018



Pagi hari ini, Senin (16/7/2018) Kampus PKP Jakarta Islamic School mengadakan apel menyambut peserta didik baru tahun pelajaran 2018/2019 yang dihadiri jajaran Pengurus, Pengawas, Para Kepala Bidang dan Kepala Satuan Pendidikan/Bagian dan guru-karyawan di lapangan bola PKP. Dihadapan sekitar 650 -an peserta didik baru MTs, SMA dan SMK, Drs. K.H. Amidhan, Ph. D., Ketua Umum PKP Jakarta Islamic School menyampaikan sambutan apel sebagai berikut.

Pada pagi yang cerah ini, Senin 16 Juni 2018, atas nama Keluarga Besar PKP Jakarta Islamic School, Bapak mengucapkan Selamat Datang kepada anak-anakku sekalian, peserta didik baru MTs, SMA, SMK 1 dan SMK 2 PKP dalam acara apel pembukaan MPLS/M (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah/Madrasah). Yakinlah bahwa anak-anakku sekalian sudah tepat memilih PKP sebagai tempat untuk belajar dan meraih cita-cita masa depan. Karena PKP sebagai lembaga pendidikan yang telah berusia 42 tahun, akan terus memberikan yang terbaik bagi tercapainya impian dan cita-cita anak-anakku sekalian.

Kampus PKP Jakarta Islamic School merupakan lembaga pendidikan yang mengelola KB TK, MI, MTs, SMA, SMK 1, SMK 2 dengan mengedapankan pencapaian 3 P yakni Pelayanan, Penampilan dan Prestasi. Insya Allah dengan pelayanan pendidikan yang baik serta penampilan yang ada, maka prestasi anak-anakku akan dapat tercapai bersama-sama dengan guru guru PKP Jakarta Islamic School yang penuh dedikasi.

Saat ini, anak-anakku sekalian, jumlah siswa PKP sekitar 2000 orang. Mereka ada yang belajar di KB TK, kelas 2 -12 di MI, MTs, SMA dan SMK. Dengan demikian anak-anakku sekalian, peserta didik baru di PKP akan langsung memiliki dua saudara, yakni kakak-kakak dan sekaligus adik adik. Hal ini tentunya akan menambah persaudaraan kita bersama.

LDKS Advanced PKP JIS

PKP Jakarta Islamic School kembali mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) tingkat Advance bertempat di PKP, dan Bogor pada Selasa - Kamis (24 -26/7/2018). 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKP Jakarta Islamic School, Drs. K.H. Amidhan menyampaikan kunci sukses dalam kepemimpinan yang berlandaskan Alquran

  1. Pertama, berani menyeru kepada kebaikan (ma'ruf). Allah Maha Rahman, pemberi kebaikan. Rahman artinya  kebaikan. Kebaikan yang diberikan Allah tak mengenal suku dan agama. Siapa saja yang berusaha, maka Allah akan memberikan kebaikan dengan kesuksesan. Peserta LDKS, sebagai calon pemimpin tentu harus belajar menebar kebaikan agar dapat menggapai sukses.
  2. Kedua, mencegah perbuatan jahat (munkar). Saat ini kita hidup dalam kepungan kejahatan dari segala arah. Sebagai calon pemimpin, sudah semestinya peserta LDKS siap dengan kondisi yang ada. Bekali diri dengan ilmu dengan landasan iman dan takwa sehingga bukan saja dapat memberantas kejahatan tapi juga mencegahnya.

Selanjutnya, ada lima bekal untuk menjadi calon pemimpin sukses yang dapat disingkat dengan BDKST


Pertama, berani. Seorang pemimpin harus berani. Berani mimpi, ada diskusi berani mengemukakan pendapat, berani pula bertanya. Ketika ada pertemuan, duduk paling depan.

Kedua, disipilin. Disiplin waktu dan dalam memenuhi janji. Buah disiplin adalah trust, kepercayaan. Kepercayaan orang lain kepada kita yang harus selalu dijaga. Trust merupakan modal penting bagi setiap pemimpin.

Ketiga, kerja keras. Dalam konteks pelajar berarti belajar dengan sungguh-sungguh, tidak main-main. Kerja keras ini juga harus dibarengi dengan konsistensi, dijalankan dengan istiqomah, terus menerus.

Keempat, saling bantu, sinergi. Keberhasilan kerja organisasi bukanlah hasil kerja individual, tapi merupakan hasil kerja bersama, team work. Dengan team work yang baik akan menghasilkan karya besar organisasi. Komunikasi yang santun merupakan modal penting dalam team work.

Kelima, tawakal kepada Allah. Apapun yang kita kerjakan pasti ada izin dan ridha dari Allah. Keberhasilan kita juga atas izin Allah. Kita berkewajiban untuk berusaha dengan maksimal dan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada kehendak-Nya.***


Tongato M Atmowinoto
Sekretaris Umum Yayasan PKP

Studi banding ke Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah dan Pesantren Persatuan Islam Garut

PKP Jakarta Islamic School mengadakan studi banding ke Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah dan Pesantren Persatuan Islam Garut pada Rabu - Kamis (25 - 26/7/2018). Dua pesantren ini dikunjungi karena mengelola asrama santri putra dan putri tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Hal itu terkait rencana PKP yang akan membuka pendidikan pesantren (boarding school) tahun pelajaran 2019/2019.

Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kunjungan dua pesantren terkenal di Garut itu. Pertama, kurikulum. Dua pesantren tersebut menggunakan kurikulum yang didesain pemerintah dan kurikulum pesantren sekaligus secara bersamaan, tanpa ada pengurangan. Hal ini dimungkinkan karena para santri tinggal di asrama sehingga dapat fleksibel dalam pengaturan jadwal pelajaran dari waktu subuh hingga pukul 21.00 malam.

Kedua, manajemen asrama. Pengelolaan dan pengawasan aktivitas santri berjalan integratif dan komprehensif, dari aktivitas pagi, siang sampai dengan malam. Unsur guru dan karyawan memberikan pendampingan dan pembimbingan dengan sepenuh hati.
 

Ketiga, keikhlasan. Tampak keikhlasan para guru dan karyawan dalam melaksanakan pengelolaan pesantren. Hal ini bukan terjadi dengan sendirinya, melainkan adanya rekayasa sosial yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
 

Keempat, jaminan kehidupan. Hal ini merupakan buah dari rekayasa sosial. Penghidupan guru dan karyawan mendapatkan perhatian penuh. Mereka mendapatkan fasilitas penghidupan dasar mulai dari papan, pangan sampai dengan jaminan kesehatan dan pendidikan bagi putra-putrinya.

Kelima, usaha ekonomi. Usaha ekonomi merupakan unsur penting dari penopang utama dalam pembiayaan operasional dan kegiatan pesantren. Bahkan di Pesantren Darul Arqom tercatat mencapai 75 persen pembiayaan bersumber dari usaha ekonomi ini. Hanya 25 persen pembiayaan yang berasal dari orang tua santri. Usaha pertanian, peternakan, dan jasa merupakan usaha yang dilakukan. Peran donatur perorangan, perusahaan maupun bantuan pemerintah juga memiliki kontribusi yang tidak kecil.

Demikian diantara pelajaran yang dapat dipetik sebagai bahan penyusunan konsep dan pelaksanaan pesantren PKP. Sukses selalu.***


Tongato M Atmowinoto
Sekretaris Umum Yayasan PKP