Selasa, 25 Oktober 2016

MENJADI GURU MENYENANGKAN

Oleh : Dr. H. Tongato, M.Si. (Sekretaris I Yayasan PKP)

Sekolah merupakan agen perubahan ranah afektif, kognitif dan psikomotorik siswa dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator dan katalisator dalam menahkodai proses pembelajaran. Peran guru disini bagaikan murobi, kata Munif Chatib, penulis buku Sekolah Anak-anak Juara, yakni dalam hal sebagai pemelihara kebaikan, dan merubah yang jelek menjadi baik serta meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik lagi; yang terampil menjadi lebih terampil lagi dan yang pandai, lebih pandai lagi.
Untuk menjadi murobi yang baik, maka jadilah guru yang menyenangkan. Caranya, pertama-tama adalah jadilah guru yang menguasai materi pelajaran dan menguasai kompetensi yang mesti siswa kuasai. Dengan menguasai materi pelajaran, maka guru akan lebih leluasa dalam menyampaikannya. Penguasaan guru terhadap poin-poin penting dapat mempermudah dalam penyampaian mata pelajaran secara lebih variatif. Selain itu, penguasaan strategi mengajar akan melengkapi kesempurnaan menjadi guru yang menyenangkan. Ada ratusan strategi mengajar yang dapat dimanfaatkan guru dalam pembelajaran.
Berikutnya, berkaitan dengan gaya mengajar. Gaya mengajar guru menurut Munif Chatib, --- yang juga menulis buku best seller, Sekolahnya Manusia & Gurunya Manusia, --- hendaknya simetris dengan gaya belajar siswa. Hal ini akan membuat siswa senang dalam pembelajaran. Adanya chemesrty guru-siswa menjadikan siswa nyaman dalam belajar.
Untuk lebih menyegarkan suasana belajar, guru dapat memilih tempat mengajar. Belajar jangan hanya menggunakan ruang kelas. Ada banyak lokasi yang dapat menjadi tempat belajar. Taman, perpustakaan, bahkan pasar juga dapat digunakan sebagai lokasi belajar. Variasi lokasi ini akan mampu menyegarkan dan mengaktifkan siswa belajar. Belajar transaksi bisnis, akan lebih mudah dipahami apabila siswa langsung menyaksikan transaksi pedagang dan pembeli di pasar.
Pengamatan kita menunjukkan bahwa, guru lebih dituruti daripada orang tua siswa. Ini merupakan modal positif untuk menjadi guru yang menyenangkan. Apa pasalnya? Ada banyak jawaban, diantaranya karena ketika di kelas guru berusaha untuk menjadi teladan. Guru mempesiapkan diri dengan baik ketika akan mengajar. Berusaha menjadi yang terbaik, mulai cara berpakaian, bertutur kata dan berperilaku. Modal ini hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para guru.
Pendiri Wall Mart, jaringan super market, Sam Walton, memiliki kiat dalam menjalankan perusahaannya. Tampaknya, kiat-kiatnya juga relevan bagi guru dalam menjalankan profesinya sehingga dapat menjadi guru yang menyenangkan. Ada delapan kiat yang disampaikannya. Berikut kiat-kiatnya, pertama berkomitmenlah pada semangat untuk mendidik dan mengajar. Kedua, bagilah pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dengan guru lain. Ketiga, motivasilah teman kerja. Keempat, berikan penghargaan untuk prestasi siswa sekecil apapun. Kelima, komunikasikan segala sesuatu tentang pendidikan dan pembelajaran. Keenam, rayakan kesuksesan, dan pada kegagalan yang tidak bisa dielakkan. Carilah hal yang lucu darinya. Ketujuh, dengarkan pengalaman teman guru dan siswa. Dan, kedepalan, lampaui harapan siswa, orang tua dan sekolah.
Demikian beberapa catatan tentang upaya menjadi guru yang menyenangkan. Tentu akan lebih bermakna apabila kita berupaya mengimplementasikan dalam proses pembelajaran. Bila hal itu kita lakukan, pasti akan muncul hal-hal baru yang akan menambah upaya menjadi guru yang menyenangkan. Menjadi guru menyenangkan, mari kita mulai sekarang juga.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar