Jumat, 27 Maret 2015

Nazar Cinta.

Oleh: Serli Kartika Sari
Seorang gadis manis, alim, dengan hidung mancung, alis tebal, tidak kurus ataupun gemuk, wajah yang mirip orang arab, dan lesung pipit yang menghiasi wajahnya saat ia tersenyum. Dia bernama Marsha Novanda. Seorang alumni dari suatu pondok pesantren modern di daerah Sukabumi, seorang gadis yang aktif, berjiwa pemimpin, kreatif, pemberani, optimis dan kritis  
            Tekad yang kuat untuk tidak pacaran sampai ia lulus SMA. Ia sering menyebut ini adalah nazar (janji) dia dengan Allah SWT. Awalnya, nazar ini ditunjukan untuk kakak-kakaknya saat dia menduduki kelas 9. Namun, seiring berjalannya waktu ia mulai sadar bahwa kakak-kakaknya itu hanya menjadikannya pelampiasan. Dari situ ia merubah niat nazar dia menjadi “karena Allah.” Suatu janji yang sulit dipercaya, namun ini adalah suatu janji yang sangat baik bagi dia menjauhi maksiat, dan dia bisa tetap fokus untuk mengejar mimpi-mimpinya
            Nazar yang ia janjikan kepada Allah juga memiliki konsekuensi yaitu jika dia melanggar maka hubungan dia dan pacarnya akan mudah berakhir. Dan ini memang sudah terjadi, saat dia kelas 9. Dia hanya pacaran selama 3 minggu. Namun pacaran mereka hanya seminggu. Dua minggunya hanya sekedar di sosmed. Pada akhirnya, mereka putus dengan alasan yang tidak jelas. Setelah dia putus dengan pacarnya,  tidak lama berbagai macam laki-laki mendekatinya. Namun, dia tetap teguh untuk terus berusaha agar nazarnya terus berjalan.
            Masa SMP kini telah berhasil dia lewati. Dan sekarang dia menempuh jalan baru dengan bersekolah di SMK 2 PKP JIS. Dan Marsha adalah salah satu murid kelas X Analis Kesehatan. Sekolah dengan mayoritas laki-laki menjadi suatu tantangan tersendiri baginya. Bayangkan saja, satu sekolah hanya 9 orang murid perempuan. Namun, dari sekolah ini dia memiliki sebuah cerita yang menjadi suatu pertanyaan besar yaitu “apakah nazar dia akan terus berjalan atau berakhir di tengah jalan?
            Laki-laki tinggi, kurus, berhidung mancung, berkulit langsat, berwajah bersih dan tampan. Seorang laki-laki yang berhasil membuat Marsha mencoba bertahan untuk terus menjaga perasaan untuknya. Dia adalah Livaldi Wangsadilaga. Biasa disapa Valdi, siswa SMK 2 kelas X TKR (teknik kendaraan ringan). Bagaimana tidak Marsha ingin terus menjaga perasaanya ke Valdi? Tentu saja karena baru kali ini dia menemui laki-laki yang memiliki tekad untuk tetap bertahan tidak pacaran demi satu perempuan. Ejekan teman-temannya sering sekali dia dengar. Dan terkadang mereka bilang untuk mencari perempuan yang lain daripada harus menunggu tiga tahun hanya untuk satuprempuan. Namun,  segala omongaan itu hanya dia anggap angin lewat. Dan dia terus memberikan bukti agar teman-teman dia tahu bahwa dia akan terus maju untuk mendapatkan Marsha .
Memberikan bukti untuk meyakinkan Marsha dengan berusah belajar mengaji dengan serius -- suatu syarat utama yang harus Valdi lakukan demi menjadi seorang yang sangat berharga baginya. Ternyata, Valdi berhasil melakukannya walaupun dia belum terlalu lancer, namun usaha dia sering kali membuat Marsha tersenyum bahagia karena kerja keras Valdi demi mendapatkan hatinya .
            Niat baik yang dapat membuat Valdi memiliki alasan yang kuat untuk tetap menunggu Marsha. Bagi Valdidengan adanya Marsha dia lebih bersemangat untuk terus berusaha menjadi lebih baik. Valdi juga merasa tidak terkekang oleh Marsha, karena Marsha tidak pernah melarang dia terlalu jauh. Dia hanya meminta Valdi untuk salat lima waktu sehari semalam.
            Dalam perjalanan mempertahankan perasaan mereka, pasti ada perasaan takut Walaupun demikian, mereka terus berusaha yakin dan terus berdoa bahwa mereka pasti berhasil untuk sampai pada saatnya mereka berdua bersama. Ada berbagai ujian yang harus mereka hadapi, bujukan-bujukan,hinaan, dan ejekan orang lain tentang mereka.
            Bagi Marsha saat ini adalah ujian yang berat untuk mempertahankan nazar dengan banyaknya ucapan orang lain yang terkadang membuat dia berfikir untuk membatalkan nazar. Seperti suatu saat Marsha meminta Valdi untuk adzan di masjid. Jika dia berhasil, maka Marsha harus siap membatalkan nazar yang telah berjalan satu tahun Namun, ternyata Allah berkendak lain, merubah cara berfikir Marsha tentang pernyataan tadi .
Suatu kesabaran yang telah membuat Marsha sadar bahwa nazar ini harus terus berjalan. Dan Valdi mengerti. Valdi berusaha untuk membujuk Marsha untuk tetap menjalankan nazar tersebut dan dia juga tidak mau Marsha menyesal suatu saat nanti karena telah melanggar janjinya sendiri.
             Suatu perjalanan yang sangat panjang bagi mereka untuk tetap bertahan menjaga perasaan satu sama lain selama tiga tahun. Semakin banyak ujian yang mereka terima, semakin memperkuat mereka berusaha untuk saling mengerti,memberi semangat, dan saling menjaga. Berbagai perjuangan yang sering mereka berikan satu sama lain, walaupun seperti itu terkadang ada saja yang menjadi orang ketiga yang ingin mereka berdua menyerah. Namun sayangnya,usaha orang ketiga ini sering kali gagal karena dengan adanya orang ketiga ini malah membuat mereka saling mengerti, dan lebih ingin terus berusaha untuk tetap menjaga dan menjalankan janji mereka masing-masingValdi menunggu Marsha sampai lulus SMK
              Suatu ujian yang seimbang untuk mereka melatih kesetiaan dankesabaran. Mereka, memperjuangan sesuatu yang mereka impikan. Dan insyaAllah, mereka akan mendapatkan apa yang mereka niatkan. Semoga mereka bisa terus memperjuangkan cinta mereka dengan ridho Allah SWT. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar