Jumat, 21 September 2012

Robot Curiosity Berhasil Mendarat Di Mars

Robot Curiosity Berhasil Mendarat Di Mars


Robot canggih milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, mendarat di samping pegunungan di Planet Mars pada Senin kemarin. Robot tersebut akan melakukan penelitian selama dua tahun. Pesawat antariksa The Mars Science Laboratory (MSL) yang membawa Curiosity berhasil melalui semua tahapan pendaratan paling kompleks di permukaan Mars. Termasuk tahapan akhir berupa memutuskan tali kekang dan bermanuver terbang dari ransel roket.
RobotCuriosity bernilai $US 2,5 milyar mendarat hari Senin kemarin dimana diyakini kolam air telah  muncul sejak beberapa tahun yang lalu. Tahap selanjutnya, Robot Curiosity yang merupakan proyek Laboratorium Keilmuan Mars di NASA akan menjelajah naik setidaknya setengah dari 5 kilometer ketinggian gunung Sharp yang mempunyai lapisan sedimen diperkirakan berusia hingga 1 milyar tahun.

Menurut situs resmi NASA, RobotCuriosity itu mendarat di dekat kaki sebuah gunung dengan tinggi tiga mil (4,8 kilometer) dan diameter 96 mil (154,5 kilometer) di dalam kawah yang disebut Gale Crater. ”Hari ini roda-roda Curiosity sudah mengawali langkah manusia di Mars. Curiosity sekarang sudah ada di permukaan Planet Merah, dimana dia akan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apakah pernah ada kehidupan di sana,” kata Administrator NASA, Charles Bolden.
Observasi dari orbit sudah mengidentifikasi tanah liat dan mineral sulfat pada lapisan bawah, menunjukkan bahwa sebelumnya daerah itu pernah basah. Dalam beberapa hari ke depan Curiosity akan mengirimkan lebih banyak gambar dari Mars. Member grup Robot yang juga bagian dari NASA Kimberly Newton, Camp Peavy, dan Ed Rezac menyatakan “kemenangan” mereka di facebook.

Curiosity berbicara dengan kami dari permukaan Mars. Pendaratan itu membawa kami melewati momen paling berbahaya dalam proyek ini dan mengawali misi baru untuk mencapai tujuan-tujuan ilmiah,” kata Manajer Proyek MSL dari Laboratorium Propulsi Jet NASA, Peter Theisinger.
Curiosity juga menggunakan bor dan sendok di ujung lengannya untuk mengumpulkan sampel tanah dan bubuk batuan, kemudian menyaring dan memasukannya ke dalam perangkat analitik laboratorium dalam kendaraan. Selanjutnya Curiosity akan memulai misi perdana untuk menyelidiki kemungkinan kondisi planet tersebut sesuai untuk kehidupan mikrobia.

Curiosity juga membawa peralatan yang akan digunakan untuk menguji senyawa karbon yang penting bagi kehidupan serta alat deteksi air yang bisa mendeteksi air di bawah tanah dalam jarak 50 cm. Alat lain yakni Detektor Uji Radiasi atau RAD sudah mengambil data radiasi dari pesawat ruang angkasa. Dan Hassler, ketua penyelidikan RAD pada RobotCuriosity mengatakan kepada wartawan minggu lalu bahwa para ilmuwan sejauh ini masih menganalisa data, namun data radiasi yang tercatat akan memberikan sumbangan ‘yang cukup besar’ bagi para astronot yang ingin berkarir  mencoba mencapai batas ambang keberadaan manusia di angkasa.
Bolden mengatakan, pendaratan Curiosity di Mars hari ini akan menandai langkah awal untuk mengirimkan manusia ke Mars pada pertengahan tahun 2030.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar